Saya yang Menjadi Korban, Kok Dia Malah Laporkan Balik Saya

Korban menunjukkan surat laporan kasusnya ke polisi.
foto : newtapanuli/JPG

Korban menunjukkan surat laporan kasusnya ke polisi. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPTENG-Perasaan Kiki Ferawati boru Sitompul (26), seorang pedagang di Lingkungan III, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Tapteng) tak menentu. Dia yang menjadi korban penganiayaan malah dilaporkan balik oleh pelaku penganiayaan.

Dia pun meminta agar penegak hukum benar-benar bekerja profesional, adil dan bijaksana dalam menangani kasus tersebut.

“Saya korban, tapi saya dilapor, saya mohon keadilan itu ditegakkan. Sepertinya laporan saya diam, sementara pelaku juga laporkan saya. Saya harap keadilan itu ada,” ujar Kiki kepada New Tapanuli (grup pojoksumut), Minggu (7/5/2017).

Kiki menceritakan, awal kejadian hingga dirinya dilaporkan kembali oleh orang yang menganiayanya berawal sejak tanggal 26 Februari lalu, dimana saat itu dia sedang berjualan di persimpangan PLTU. Tiba-tiba dia didatangi oleh Raslan Hutagalung yang merupakan suami Tiurmauli boru Silaban, yang dilaporkan Kiki.

“Ketika itu suami Tiur mengancam-ancam akan membakar dan mengusir kami. Katanya bangunan yang kami tempati ini adalah tanahnya. Setahu kami tanah ini milik Tulus Panggabean. Kalau memang tanah tersebut miliknya, kenapa tidak dari dulu dia lakukan. Setelah kami berjualan enam tahun, baru dia mengaku-ngaku tanah ini miliknya,” jelas Kiki.
Ibu dua anak ini menjelaskan, setelah Raslan Hutagalung marah-marah, tidak lama kemudian istri Raslan, Tiur, datang dan langsung menyerang Kiki dengan cara menjambak, mencakar dan memukul Kiki menggunakan kayu yang dibawa oleh Raslan, hingga anak Kiki yang berusia 8 tahun ikut menjadi korban penganiayaan Tiur.

“Di hadapan warga yang sedang berada di warung saat itu, Raslan yang menyuruh agar istrinya melakukan penganiayaan itu. Akibatnya dadaku luka dan kalung emas seberat 4,5 mas hilang ketika si Tiurmauli mencakar-cakarku,” ucapnya.

Usai penganiayaan, Kiki melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kolang dan telah diterima dengan Nomor Laporan STPL/04/III/2017/SU/Res Tapteng/sek Kolang tanggal 27 Februari 2017. Dan, saat bersamaan pula, Tiurmauli melaporkan Kiki ke Polres Tapanuli Tengah dengan tuduhan di muka umum melakukan kekerasan secara bersama-sama atau penganiayaan dengan nomor laporan LP/22/II/SU/Res Tapteng.

“Tanggal 19 April 2017 saya dapat surat panggilan dari Polres Tapteng untuk menghadiri pemeriksaan kronfontir selaku saksi dalam perkara penganiayaan atas pelapor Tiurmauli Silaban. Di sini saya tidak habis pikir. Saat pemeriksaan di Polsek Kolang dia mengakui telah melakukan penganiayaan kepada saya, yaitu dengan cara mencakar dan memukul. Namun dia balik melaporkan. Hal ini membuat kami bingung. Saya yang menjadi korban, kok dia malah laporkan balik saya. Ya, tapi sebagai masyarakat yang taat hukum, kami mendatangi Polres Tapteng tanggal 25 April 2017 lalu, tetapi pemeriksaan ditunda karena ada saksi yang tidak hadir,” jelasnya.



loading...

Feeds