Duh! Istri Sakit, Suami Cabuli Putri Kandungnya

Tersangka pemerkosa anak kandung di hadapan polisi.
foto : newatapanuli/JPG

Tersangka pemerkosa anak kandung di hadapan polisi. foto : newatapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPTENG-Hati SW (34), warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sangat perih. Saat ia terbaring karena sakit, suaminya, BW (46) malah menyetubuhi anak kandung mereka yang masih duduk di kelas 5 SD.

Aksi biadab ini akhirnya terbongkar setelah korban, LW (13), menceritakan hal tersebut kepada ibunya, hingga akhirnya BW diringkus polisi.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan mengatakan, perbuatan bejat yang dilakukan BW terjadi pada 25 April. Usai kejadian itu, LW menceritakan bahwa dirinya telah disetubuhi ayah kandungya.

“Kejadiannya Kamis, 25 April. Dan, hari Jumat, 5 Mei, dia (SW) melapor ke kita. Yang melapor ke kita itu istrinya. Kronologisnya, anaknya ini menceritakan ke mamanya. Lalu mamanya menceritakan kepada kepala desa dan kepala desa mendampingi SW ke sini untuk melapor bersama BPD (Badan Pemusyawaratan Desa). Kita terimalah dan besoknya langsung kita lakukan upaya hukum kepada tersangka,” ujar AKP Parohon, Senin (8/5/2017) seperti dilansir New Tapanuli (gru pojoksumut).

Penangkapan terhadap BW dilakukan dengan mendatangi kediaman korban pada Sabtu (6/5).

“Penangkapannya sangat jauh, Sabtu tanggal 6 Mei. Kita lakukan tindakan,” ujarnya.
Ditanya apakah saat melakukan penangkapan pihaknya mendapat perlawanan dari BW, kapolsek mengatakan bahwa pelaku tidak melakukan perlawanan.

“Saat penangkapan, kita bangun strategi komunikasi dengan tokoh-tokoh di sana. Jadi tidak ada (perlawanan),” tuturnya.

AKP Parohon juga menjelaskan, sesuai keterangan BW, perlakuan bejatnya itu dilakukan terhadap putrinya hanya 1 kali. “Ya, pengakuan dia tadi, baru sekali katanya melakukan itu sama anaknya,” ujar kapolsek.

Disinggung apakah korban BW hanya satu orang atau lebih, mengingat putri BW tidak hanya satu, AKP Parohon mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan pengembangan. “Itulah, nanti kita tingkatkan lagi,” tegasnya.

Ditambahkan, atas perbuatan BW, yang kini telah mendekam di balik jeruji besi tahanan Mapolsek Pandan, dia terancam hukuman 15 tahun penjara.



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …