Oknum Guru Nyaris Diamuk Massa, Ketahuan Gituin 11 Muridnya Tiap Mengajar

Orang tua murid mengadukan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru.
foto : newtapanuli/JPG

Orang tua murid mengadukan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, HUMBAHAS-Ulah mesum FS (26), oknum guru honor di SDN 173416 Pollung, Humbang Hasudutan (Humbahas), Sumatera Utara, terhadap murid-muridnya akhirnya terbongkar.

Diapun nyaris diamuk massa lantaran aksi pelecehan seksual terhadap belasan murid.

Massa yang kesal sempat melampiaskan emosi mereka dengan melayangkan beberapa pukulan ke arah pelaku. Berutung ada personel polisi dan menyerahkannya ke Polres Humbahas.

Informasi dihimpun New Tapanuli (grup pojoksumut.com), perbuatan itu dilakukan FS saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Modus pelaku, dengan berpura-pura mengabsen siswanya satu per satu maju ke depan dan seolah-olah merapikan pakaian siswanya.

Bahkan, setiap siswi yang hendak dijadikan ‘mangsanya’, disuruh mandi pagi.

Pak Cindi, salah seorang orang tua murid mengungkapkan, putrinya merupakan salah satu korban pelecehan seksual oleh pelaku. Katanya, setiap mengajar, pelaku memanggil satu per satu anak muridnya. Setelah dipanggil, bokong diremas dan (maaf) kemaluan dipegangi.

Dari pengakuan putrinya, pelaku kerap memanggil muridnya maju ke depan dan menyuruh korban duduk di pangkuan pelaku.

“Dia (pelaku) suruh muridnya duduk di pangkuannya, setelah itu dirabanya payudara murid itu, bokongnya diremas dan kemaluannya dipegangi,”ucapnya.
Katanya, perbuatan pelaku sudah berlangsung sejak Januari lalu.

“Selama lima bulan lebih, perbuatan FS tidak ada yang tahu, sebab setiap melakukan pelecehaan, pelaku juga mengeluarkan ancaman kekerasan,” ujarnya.

“Anak kami selalu diancamnya. Kalau diberitahu akan dipotong bapak dan ibunya. Itu katanya setiap ingin melakukan aksinya,” terangnya diamini sejumlah orang tua murid yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual itu.

Hal senada juga disampaikan orangtua murid lainnya. “Emosi kali kami mengetahui perbuatan pelaku itu. Kalau tadi ngga ada polisi, pastilah dia itu jadi mayat,” kesalnya.

Sebagian lagi ada warga yang meminta pihak sekolah tidak melindungi pelaku.



loading...

Feeds