USU Lakukan Kajian Rencana Pembangunan Light Rail Transit di Medan

 Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution  hadir dalam Seminar dan Diskusi Indonesia Infrastructure Roundtable (IRR) 13, di Hotel Grandika, Jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (9/5/2017).
foto : fir/pojoksumut

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution hadir dalam Seminar dan Diskusi Indonesia Infrastructure Roundtable (IRR) 13, di Hotel Grandika, Jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (9/5/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan di Kota Medan, mendapat perhatian dari Universitas Sumatera Utara (USU). Untuk itu, akademisi USU melakukan studi kajian tentang proyek yang ditujukan menekan kemacetan lalu lintas.

Dalam studi kajian tersebut, USU menggandeng PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Perusahaan itu merupakan BUMN, sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menurut Tim Ahli Bidang Transportasi USU, Medis Sejahtera Surbakti ST MT PhD, ketersediaan infrastruktur jaringan jalan yang pertumbuhannya tidak seimbang dengan kendaraan serta permasalahan sosial dan budaya, menambah kompleks persoalan transportasi di Medan. Di lain pihak, layanan angkutan umum saat ini tidak dapat dijadikan alternatif yang sepadan oleh pengendara angkutan pribadi untuk beralih.

Akibatnya, kemacetan terjadi di hampir seluruh kawasan Kota Medan, baik kualitas dan kuantitas yang menyebabkan waktu perjalanan kian hari semakin lama. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka akan mengakibatkan semakin tidak efisennya kota tersebut.

“Kota Medan dengan jumlah penduduk di atas 500.000 jiwa, penyediaan angkutan massal merupakan sebuah kewajiban. Oleh sebab itu, penyelenggaraan angkutan umum massal merupakan suatu hal yang sangat dinantikan agar layanan kebutuhan pergerakan penduduk dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkap Medis pada Seminar dan Diskusi Indonesia Infrastructure Roundtable (IRR) 13, di Hotel Grandika, Jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (9/5/2017).

Hadir pada kegiatan dengan tema ‘Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan LRT di Medan dan Mitigasinya’, Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, Wakil Wali Kota Medan Akhar Nasution, Kepala Dinas Perhubungan Medan Reinward Parapat, Bappenas, perwakilan PT KAI Divre I Sumut-Aceh, EVP Business & Development PT PII Andre Permana, perbankan, dan sivitas akademisi USU serta perguruan tinggi lainnya.

Diutarakan Medis, sesuai dengan RPJPD Kota Medan tahun 2006-2025 dan RPJMD 2011-2015, telah direncanakan pengembangan sistem transportasi berbasis angkutan umum massal. Bentuk angkutan tersebut yang telah mulai dibangun infrastrukturnya adalah Bus Rapid Transportation (BRT).

Perencanaan BRT yang telah dilakukan mencakup 9 koridor di Medan. Diharapkan dengan pembangunan sistem ini maka transportasi Medan dapat berjalan.

“Perda Kota Medan No 13/2011 tentang RTRW Kota Medan Tahun 2011-2031, telah menginisiasi perlunya dikembangkan moda angkutan massal transportasi jenis lain seperti monorail, LRT ataupun jenis lainnya. Dengan tujuan, untuk meningkatkan layanan angkutan umum yang lebih baik lagi,” tutur Medis.



loading...

Feeds