Atletico Vs Real Madrid : Combato Y Me Levanto

Selebrasi Ronaldo dkk usai menaklukkan Atletico Madrid  di leg I Liga Champions, Rabu (3/5/2017) dini hari.
foto : uefa.com

Selebrasi Ronaldo dkk usai menaklukkan Atletico Madrid di leg I Liga Champions, Rabu (3/5/2017) dini hari. foto : uefa.com

 

POJOKSUMUT.com, ATLETICO Madrid tidak hanya butuh menang tapi juga gol yang banyak untuk bisa lolos ke final Liga Champions, usai dikalahkan 0-3 di Leg I. Makanya, tak ada jalan selain Combato y me levanto. ”Saya berjuang dan bangkit”.

Tulisan raksasa yang terpasang di tribun Vicente Calderon pada Sabtu (6/5) lalu saat lawan Eibar adalah pesan yang sangat kuat dari para fans Atletico Madrid untuk tim kesayangannya itu.

Atleti memang sedang membutuhkan afeksi yang luar biasa juga kepercayaan dari para pendukungnya. Memang masih ada pertemuan kedua semifinal Liga Champions dini hari nanti (11/5/2017) di Vicente Calderon (siaran langsung SCTV/Fox Sports 1 pukul 01.45 WIB). Cuma Atleti memanggul beban berat kalau mau bermimpi lolos ke final. Yakni menang 4-0 atas Real atau margin empat gol.

Nah, membobol Real empat kali dalam durasi 90 menit bukan hal yang mudah. Musim ini maksimal hanya tiga gol yang bersarang ke gawang Real dalam satu pertandingan. Dan cuma Barcelona yang bisa melakukannya ketika menang 3-2 di El Clasico 23 April lalu.

Entrenador Atleti Diego Simeone kepada Marca mengatakan banyak pihak mungkin mengatakan tidak mungkin bagi Atleti mengalahkan Real kemudian melaju ke final.

“Saya katakan kepada para pemain seandainya kondisinya akan sangat sulit karena kami melawan tim terbaik di dunia yang mencetak gol di setiap laga dalam setahun terakhir. Namun kami menyimpan keyakinan kalau kami bisa,” tutur pelatih berjuluk El Cholo itu.

Simeone sejak kedatangannya ke Atleti pada Desember 2011 lalu memang sudah mengubah mentalitas tim. Pendukung Atleti bisa mengangkat sedikit kepalanya jika melihat timnya bertarung dalam Derbi Madrileno. Atleti menjelma jadi tim yang solid bertahan, bermain penuh kengototan, juga tak gentar berada dalam tekanan lawan.

Los Colchoneros, julukan juga diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru Eropa. Dalam tiga tahun terakhir Liga Champions, Gabi dkk melangkah ke laga puncak.

Atleti pun tampil sebagai pengganggu duopoli La Liga yang selama ini dikuasai oleh Real dan Barca. Atleti sempat mencuri mahkota La Liga musim 2013-2014 juga Copa del Rey 2012-2013.

Cuma sederet perubahan positif tersebut belum cukup kuat buat Atleti untuk melepaskan diri dari kutukan El Pupas atau Tersial. Dua final Liga Champions, 2014 dan 2016, semuanya dimenangi rival paling dibenci fans Atleti, Real.

Kemudian setelah juara La Liga 2013-2014 lalu, Atleti selalu jadi ‘orang ketiga’ dalam persaingan Real dan Barca. Mereka harus puas di posisi ketiga dalam dua musim lalu. Bahkan mungkin juga untuk musim ini Atleti akan mencetak hat-trick posisi ketiga.

Menuju laga ini, celah dari sisi kanan pertahanan Atleti masih terus diupayakan tertambal. Juanfran dilaporkan Marca sedikit dipercepat kesembuhannya dari cedera otot hamstring agar bisa tampil. Simeone sebenarnya sudah mencoba bereksperimen dengan menempatkan gelandang muda asal Ghana Thomas Partey di bek kanan saat menang 1-0 atas Eibar Sabtu (6/5) lalu. Cuma Partey masih belum selincah Juanfran.

“Jika kami semua sadar kalau laga dilakukan tandang dan kandang, maka kami masih punya peluang,” ucap Simeone optimis.

Boleh saja pria berusia 47 tahun itu mengerek rasa percaya dirinya. Cuma dalam rekam jejak Derbi Madrileno sepanjang masa, kemenangan besar Atleti dengan margin empat gol atau lebih cuma terjadi di ajang La Liga serta Copa del Rey. Sedang untuk Liga Champions belum sekalipun terjadi.



loading...

Feeds