Bejat! Istri Tak Berdaya Menderita Stroke, Suami Perkosa Putri Tirinya Berkali-kali

Korban saat melaporkan kasusnya ke kantor polisi.
foto : metroasahan/JPG

Korban saat melaporkan kasusnya ke kantor polisi. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Kelakuan JS (50) benar-benar keterlaluan. Saat istri tercintanya terbaring lemah tak berdaya karena stroke, warga Dusun I, Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan ini tega memerkosa putri tirinya berinisial SM (17).

JS melakukan aksinya sampai tiga kali. Pertama dan kedua dilakukan di tahun 2016 sekitar bulan Oktober dan yang ketiga kali nya dilakukan di awal Januari 2017.

Kepala Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat, Amlan Simanjuntak mengatakan, pada Selasa (9/5/2017) warga datang melaporkan kejadian adanya seorang ayah memerkosa anak tiri di dusun I .

“Setelah saya datang ke rumah tersangka, beberapa warga sudah berbondong-bondong mengerumuni rumahnya. Warga yang sudah emosi, nyaris menghakimi tersangka. Kemudian saya menghubungi Polsek Pulau Raja. Beruntung Kanit Intel IPDA J.Sihotang dengan Provos AIPTU A. Lumban Tobing langsung memboyong tersangka ke Polsek Pulau Raja,” ujarnya.

Saat berada di Mapolsek Pulau Raja, dengan air mata yang berlinang, korban kepada Metro Asahan (grup pojoksumut) menuturkan, bahwa JS sudah tiga kali melakukan aksi biadap terhadap dirinya.

“Saya selalu dapat ancaman kalau saya kasi tahu sama mamak maupun kepada orang lain. Mamak beserta saya akan dicekik. Awas kalau kau mengadu sama mamakmu maupun sama orang. Kucokik kau dan Mamakmu pun kucokik biar mati kamu dua,” ujarnya.

Dijelaskannya, karena sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan tersangka, dirinya melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Alpian, majikan tempat ia bekerja sabagai pembantu rumah tangga.

Dijelaskan korban, ibunya sudah dua tahun menderita stroke dan tidak bisa berbicara. Mulai saat itu tersangka selalu bertingkah aneh. “Saat saya tertidur di kamar, tiba-tiba mulut saya dibekap pakai kain dan tangan dipegang kuat, sehingga saya tidak berdaya. Saya kasihan melihat mamak. Mau saya kasi tahu, takut mamak nanti terkejut lantas meninggal,” kenangnya sedih.

Sementara itu, tersangka JS menyesali perbuatannya.  Dia mengaku sudah pernah berumah tangga, sekira satu tahun istrinya meninggal.

“Berselang beberapa tahun saya berkunjung ke rumah famili di Porsea Tapanuli Utara. Lantas saya dijodohkan sama seorang janda berinisial DM punya anak satu. Saat kami menikah, anaknya masih berumur lima bulan. Kemudian istri dan anaknya saya bawa ke Asahan yaitu di Desa Bangun. Selama kami menikah, kami sudah punya anak dua. Sekarang duduk di bangku sekolah SD dan SMP. Saya bekerja sebagai petani,” ujarnya menyesal.

Kapolsek Pulau Raja AKP Juriadi melalui Kanit Intel IPDA J.Sihotang membenarkan kejadian tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kasusnya akan dilimpah ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan. (Sof/ma/jpg/nin)



loading...

Feeds

SAH! Besok Kita Lebaran

Menurutnya, hilal terlihat di pada sudut ketinggian 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit dan 24 detik. Hal …

MUI Sumut : Takbiran Bagian dari Syiar Islam

"Takbiran itu bagian dari syiar. Kami mengimbau kalau memang melakukan takbir keliling harus tertib, jangan ugal-ugalan dan apalagi sampai mengganggu …

Duh! PMI Medan Kekurangan Stok Darah AB

Dia menambahkan, PMI tidak ada melakukan kegiatan donor saat libur Lebaran. Namun bagi pendonor yang ingin mendonorkan darahnya bisa datang …