Duh! Rebutan Pengelolaan Perusahaan, Bapak Digugat Putranya Rp33 Miliar

Bapak yang digugat anaknya.
foto : radarbanjarmasin/JPG

Bapak yang digugat anaknya. foto : radarbanjarmasin/JPG

POJOKSUMUT.com, BANJARMASIN-Kasus anak menggugat orang tua kandung semakin marak. Kali ini juga terjadi di Kalimantan Selatan. Adalah Haji Rahmatullah (45) menggugat ayahnya bernama Haji Darlan (64) untuk mengembalikan uang sebesar Rp33 miliar.

Uang tersebut diklaim sebagai hasil keuntungan perusahaan yang dijalankan ayahnya setelah ditinggal ibunya yang bernama Hj Helyati. Helyati yang merupakan direktur telah meninggal dunia.

Selanjutnya penggugat juga menuding ayahnya menjalankan usaha CV Karyati tanpa melibatkan seluruh ahli waris (dia dan adik-adiknya). Gugatan hukumnya saat ini tengah berproses di Pengadilan Negeri Rantau, Tapin.

Pada sidang lanjutan, Senin (8/5/2017) yang dimpin ketua majelis hakim Sutiyono SH dan dua hakim anggota Akhamd Rosady SH dan Indra Kusuma Haryanto SH, kedua belah pihak hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing. Penggugat diwakili salah satu tim kuasa hukumnya Abdurrahman SH sedangkan tergugat diwakili kuasa hukumnya Asep Mulya SH.

Kuasa hukum tergugat Asep Mulya SH mengatakan setiap persoalan dalam keluarga itu sejatinya dapat diselesaikan secara musyawarah. Bukan dengan menggugat orangtua ke pengadilan. Agama apapun mengajarkan agar anak untuk menghormati orangtua terlebih lagi dalam Islam.

“Allah mewajibkan anak menghormati orang tua, Rasulullah dalam sebuah hadist menyatakan ridho Allah tergantung ridho orangtua,” ujarnya.
Mulya mengatakan memang kliennya mendapat tawaran penyelesaian secara damai, tapi sayangnya sejumlah syarat yang diajukan oleh penggugat dinilai terlalu berlebihan.

Misalnya, penggugat ingin menduduki jabatan sebagai Direktur CV Karyati dengan kepemilikan saham 51 persen. Seluruh keuntungan CV Karyati setelah ibunya meninggal supaya dikembalikan ke rekening perusahaan. Pembagian keuntungan perseroan diubah susunan kepengurusannya dan pembagiannya Haji Darlan 20 persen, Haji Rahmatullah (Penggugat) 30 persen, dan tiga adiknya Haji Rahman 20 persen, Hj. Sri Wahyuni 15 persen dan Haji Wahyudi 15 persen.

“Padahal sesuai wasiat almarhum Hj Helyati menginginkan perusahaan itu dipimpin Haji Darlan dan terus dijalankan. Pembagian keuntungan dibagikan berdasarkan syariat Islam hanya itu saja,” jelasnya.



loading...

Feeds