Oknum Guru Cabuli 11 Muridnya Itu Resmi Tersangka

Orang tua murid mengadukan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru.
foto : newtapanuli/JPG

Orang tua murid mengadukan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, HUMBAHAS-Polres Humbahas bertindak cepat menangani kasus oknum guru mencabuli 11 muridnya di SDN 173416 Pollung. Kini, pria tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kabid Humas Polres Humbahas Iptu R Sianipar menjelaskan, penetapan tersangka berdasarkan bukti-bukti permulaan yang sah, yakni pemeriksaan saksi-saksi dan bukti hasil visum. FS dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Setelah melalui proses pemeriksaan saksi-saksi dan keterangan pelaku, penyidik menetapkan status tersangka terhadap FS. Adapun saksi yang dimintai keterangan terdiri dari 10 orang yang berhubungan dengan kasus tersebut,” ujar Sianipar sembari menyebutkan bahwa tersangka kini ditahan di sel tahanan Polres, Selasa (9/5/2017).

Sebelumnya diberitakan, FS (26), oknum guru honor di SDN 173416 Pollung nyaris diamuk massa lantaran diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan orang siswinya.

Massa yang kesal sempat melampiaskan emosi mereka dengan melayangkan beberapa pukulan ke arah pelaku. Berutung ada personel polisi dan menyerahkannya ke Polres Humbahas.

Informasi dihimpun New Tapanuli (grup pojoksumut), perbuatan itu dilakukan FS saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Modus pelaku, dengan berpura-pura mengabsen siswanya satu per satu maju ke depan dan seolah-olah merapikan pakaian siswanya.

Bahkan, setiap siswi yang hendak dijadikan ‘mangsanya’, disuruh mandi pagi.

Pak Cindi, salah seorang orangtua murid mengungkapkan, putrinya merupakan salah satu korban pelecehan seksual oleh pelaku.

Dari pengakuan putrinya, pelaku kerap memanggil muridnya maju ke depan dan menyuruh korban duduk di pangkuan pelaku.

Katanya, setiap mengajar, pelaku memanggil satu per satu anak muridnya. Setelah dipanggil, bokong diremas dan (maaf) kemaluan dipegangi.
“Dia (pelaku) suruh muridnya duduk di pangkuannya, setelah itu dirabanya payudara siswi itu, bokongnya diremas dan kemaluannya dipegangi,” ucapnya. (bl/mis/ara//jpg/nin)



loading...

Feeds