Energi Terbarukan di Indonesia Baru Digunakan 7 Persen

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kalangan mahasiswa diajak untuk memahami dan peduli terhadap ketahanan energi di dalam negeri. Hal ini penting untuk menjaga kemandirian energi bangsa.
Founder Center of Excellence for Energy Innovations  Technology Studies (CENITS), Soni Fahruri menuturkan kondisi energi dalam negeri kini semakin menipis seiring dengan konsumsi yang semakin meningkat. Untuk itu, penting bagi masyarakat terutama mahasiswa memahami dan peduli terhadap ketahanan energi, sehingga bisa menjaga kemandirian energi bangsa.
“Sejauh ini tingkat produktivitas energi kita sudah semakin turun. Tahun 80an, kita negara yang kaya minyak. Tapi tahun 2010 kita keluar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/ Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi). Karenanya energi terbarukan harus dimaksimalkan,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Kenali Energi Negeri (KEN) oleh Pertamina di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Jumat (12/5/2017).
Dijelaskannya, dari segi infrastruktur Indonesia sudah sangat ketinggalan dari negara penghasil energi lain. Energi terbarukan pun baru 7% yang digunakan. Padahal, panas bumi Indonesia yang merupakan energi terbesar di dunia baru digunakan 1,44%.
“Diperkirakan, tahun 2025, kebutuhan energi terbarukan akan meningkat  hingga 23% dari saat ini. Untuk itu, butuha ekstra untuk mendongkrak pemanfaatan energi terbarukan ini,” tuturnya.
Soni berpendapat, pengembangan energi terbarukan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Selain energi bersih dan ramah lingkungan, pengembangan energi terbarukan membawa dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan penyerapan teknologi di dalam negeri.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prawidia mengungkapkan berdasarkan data, sekitar 2/3 gunung api dunia ada di Indonesia, termasuk salah satunya ada di Sumatera Utara (Sumut), Gunung Sibayak. Energi panas bumi ini, jelas dia, bisa menjadi keuntungan bagi kita untuk mengembangkan energi terbarukan.
Area Manager Communication and Relation PT Pertamina (Persero) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fitri Erika, mengatakan kegiatan KEN 2017 merupakan bagian upaya Pertamina untuk semakin meningkatkan kualitas hubungan yang sudah terjalin antara Pertamina dan dunia perguruan tinggi selama ini. Melalui kegiatan ini, jelas dia, mahasiswa, akademisi dan praktisi, dapat saling bertukar wawasan dan pengetahuan, tentang pengelolaan energi.

“Forum ini diharapkan menjadi medium untuk tumbuhnya gagasan-gagasan baru dalam engelola sumber daya energi Indonesia,” tutur Erika.
Selain itu, lanjutnya, ajang ini juga menjadi ajang tukar pendapat mengenai perkembangan maupun persoalan-persoalan energi pada umumnya. Sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang Pertamina maupun seluk-beluk pengelolaan energi pada umumnya.
Dan kegiatan ini mendapat sambutan baik. Selain aktif berdiskusi, para mahasiswa terlihat antusias mendatangi areal pameran yang memajang produk-produk unggulan Pertamina, seperti Pertalite, Bright Gas, Enduro Lubricant dan juga menyajikan Info Rekruitmen. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds