Disebut Bunuh Diri, tapi Sekujur Tubuh Praka Yudha Penuh Memar

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro. (IMAM WAHYUDI/KEBUMEN EKSPRES)

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro. (IMAM WAHYUDI/KEBUMEN EKSPRES)

POJOKSUMUT.com, MALANG-Kasus tewasnya Praka Yudha Prihartanto (29), anggota pasukan khas (Paskhas) TNI-AU Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur masih terus diselidiki.

Namun, namun pemicu tewasnya disebut-sebut karena mendapat pembinaan dari tiga orang perwira muda di lingkungan di Markas Yonko 464 Paskhas.

Ketiga perwira itu adalah Lettu MP; Letda Pas IH; dan Letda Pas AJ. Pembinaan itu merupakan perintah dari Pjs Kasiops Paskhas TNI-AU Kapten Pas NP, karena prajurit tamtama TNI AU asal Kebumen itu terlilit utang piutang.

Seperti dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, Praka Yudha tidak diketahui dengan jelas kepada siapa dia terlilit utang piutang. Begitu juga dengan jumlahnya. Namun ketika dibina oleh tiga komandannya, dia memberikan jawaban yang terbelit-belit. Akibatnya dia disetrap.
Berita Terkait
Akhirnya tamtama TNI AU kelahiran 3 Oktober 1988 ini dimasukkan ke dalam salah satu barak dengan kondisi terkunci. Saat di dalam kamar barak, Yudha kabur melalui kaca nako jendela. Namun, ketiga seniornya itu kembali berhasil menangkapnya.

Rupanya, gara-gara kabur, seniornya geram hingga diduga melakukan hukuman fisik. Terbukti, sejumlah luka ada di tubuh Yudha. Mulai di wajah, punggung, leher, hingga (maaf) pantat.

Sementara itu, Komandan Lanud (Danlanud) Abd Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong menuturkan, akibat kejadian itu ketiga perwira tersebut kini tengah diproses oleh Polisi Militer TNI AU (POMAU). “Sejauh mana keterlibatannya tergantung hasil pemeriksaan POMAU,” kata Julexi Tambayong.

Dia menegaskan, jika memang ketiga perwira remaja TNI AU itu terbukti bersalah, sanksinya bisa pemecatan dari anggota TNI-AU. ”Nanti biar Korpaskhas atau Dispen AU yang menyampaikan,” tandas pria kelahiran tahun 1964 ini.

Sekadar diketahui, sebelumnya Praka Yudha Prihantoro ditemukan tewas dengan dengan kondisi mengenaskan di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang pada Kamis siang (11/5/2017). Dia sempat dilarikan ke IGD RS Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh, tapi tidak tertolong karena lehernya mengeluarkan banyak darah.
Dalam rilis juga disampaikan kronologis terkait peristiwa maut tersebut. Semuanya bermula dari tiga perwira remaja Paskhas, Lettu MP, Letda AJ dan Letda IH yang mendapat perintah dari atasannya, Kapten pas NP selaku Pjs Pasiops untuk membina Praka Yudha yang terlibat masalah utang piutang.

Disebutkan, Praka Yudha selalu berbelit-belit ketika ditanyai penggunaan uang tersebut.

Akhirnya Lettu MP Cs mengurung Praka Yudha di salah satu kamar di barak. Sempat ingin melarikan diri lewat kaca nako, Praka Yudha kembali berhasil diamankan. “Sekitar pukul 11.05 (11/5) Praka Yudha minta izin ke kamar mandi dan dilepas ikatannya kemudian diantar Letda AJ ke kamar mandi,” jelasnya.

Rupanya, Praka Yudha cukup lama berada di dalam kamar mandi, sekitar 10 menit. Letda AJ pun menanyakan kenapa ia lama sekali. “Dijawab “siap Ndan, sebentar lagi”,” ujar Jemi.

Saat keluar dari kamar mandi, Praka Yudha berlari menuju barak dan hampir menabrak Letda AJ. Di dalam barak, ia mengambil pisau komando. Melihat itu, Letda AJ mengira Praka Yudha akan menyerangnya.

Letda AJ sempat menanyakan apakah Praka Yudha akan menyerangnya, lalu dijawab “siap, tidak ndan, saya mau bunuh diri” dan seketika ia menusukkan pisau komandonya dari sisi leher sebelah kanan tembus ke sebelah kiri dan tewas.

 

(jaf/c2/abm/iil/JPG/nin)



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …