Pak Polisi Hukum Mati Saja Anakku Itu!

Korban saat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
foto : metroasahan/JPG

Korban saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, KISARAN-Kelakuan Herman S Marpaung (23) benar-benar keterlaluan. Preman kampung ini tega mencangkul kepala ayah kandungnya, Derson Marpaung (53). Ini bukan kekerasan yang pertama kali yang dilakukan tersangka terhadap keluarganya.

Puncaknya, kesadisan Herman melukai kepala ayahnya itu membuat keluarga melaporkannya ke pihak berwajib dan akhirnya diringkus personel Polsek Kota Kisaran, Polres Asahan, Jumat (12/5/2017).

Istri korban Nurhayati (49) sekaligus ibu tersangka saking kesalnya berharap agar Herman dihukum seberat-beratnya, jika perlu dihukum mati. Kepada wartawan, Nurhayati mengaku dirinya dan seluruh keluarga sudah muak melihat ulah Herman yang selalu mengancam dan menganiaya keluarganya. Nurhayati berharap agar Herman dihukum mati saja agar tidak menyusahkan keluarga.

“Pak polisi hukum mati saja anakku itu!,” ucapnya kesal, seperti dilansir metroasahan (grup pojoksumut).

Dari informasi yang dihimpun korban merupakan warga Dusun IV, Desa Rawang Pasar IV, Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan. Dari TKP, personil Polsek Kota Kisaran mengamankan cangkul dengan gagang yang sudah terlepas akibat memukul korban di bagian jidat dan pecahan kaca steling.

“Anak kandung dan korban saling meludahi, yang berakhir dengan penganiayaan menggunakan cangkul yang dilakukan terlapor terhadap korban,” terang Kapolsek Kota Kisaran Iptu Tombak Samosir didampingi Kanit Reskrim Syamsul Adhar, Jumat (12/5/2017).

“Kronologisnya, tadi pagi (kemarin) sekira pukul 9.20 WIB terlapor selisih jalan dengan korban di persimpangan Renemas. Saat itu korban meludah di dekat terlapor sehingga, pelaku tersinggung dan balik meludah di dekat korban. Lalu korban emosi dan mendatangi terlapor,” kata Kapolsek Kota Kisaran.

Gara-gara meludah terjadilah pertengkaran mulut antara keduanya sehingga terlapor emosi dan mengambil cangkul di rumah neneknya yang tidak jauh dari TKP kemudian mengarahkan cangkul yang dipegangnya ke kepala korban.

Akibatnya korban mengalami luka berat di bagian kepala. Setelah korban terkapar, terlapor mendatangi toko kelontong milik korban dan memecahkan kaca steling yang dijaga istri korban.

“Herman pergi ke rumah neneknya dan membiarkan korban terkapar di tengah persimpangan. Pada pukul 09.45 korban ditolong warga yang melintas dan dibawa ke Puskesmas. Pihak Puskesmas merujuk korban ke RSUD HAMS mengingat luka terbuka di kepala cukup besar. Ayah dan anak, keduanya sudah lama terlibat selisih paham sehingga saling menyimpan dendam,” kata Ipda Syamsul Adhar. (Mag1/syaf/ma/jpg/nin)



loading...

Feeds