Praka Yudha Sempat Berteriak Minta Tolong, Hanya Saja yang Lain Diam

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro. (IMAM WAHYUDI/KEBUMEN EKSPRES)

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro. (IMAM WAHYUDI/KEBUMEN EKSPRES)

POJOKSUMUT.com, MALANG-Kasus tewasnya Praka Yudha Prihantoro, personel Bataliyon Komando (Yonko) 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, Malang masih menyisakan tanda tanya.

Praka Yudha ditemukan tewas bersimbah darah di barak yang diberi nama Kesatrian. Tepatnya di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang, Kamis (11/5).

Saat ini, ada dua dugaan penyebab kematiannya. Tewas karena bunuh diri atau tewas karena pembinaan yang di prajurit lain yang melibatkan komandannya.

Namun, menurut sumber Malang Post (Jawa Pos Group), sebelum korban meninggal Kamis siang kemarin, sempat mendengar korban berteriak minta tolong. Kemungkinan saat itu, Yudha mengalami penyiksaan, Rabu malam (10/5/2017). Hanya, tidak satupun ada yang berani menolongnya. Teriakan tolong itu pun dibiarkan.

“Untuk luka di leher, ada tiga luka tusukan. Apakah menusuk sendiri untuk bunuh diri atau seperti apa, saya tidak tahu pasti. Namun salah satu tusukan itu, memutuskan urat nadinya hingga darah terus keluar. Mungkin karena kehabisan darah itu yang akhirnya membuat Yudha meninggal dunia,” terangnya.

Dia mengatakan, saat dibawa ke rumah sakit Yudha dalam kondisi tidak sadar dan sudah ngorok.

Jasadnya Kamis siang itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh. Namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan yang begitu banyak di lehernya. Sehingga akhirnya Praka Yudha dinyatakan meninggal dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

Sebelumnya, pembinaan yang dilakukan terhadap Praka Yudha disebutkan karena utang diduga senilai Rp 16 juta. Selain utang ke salah satu bank, Yudha juga utang ke koperasi di luar Yonko 464 Paskhas. Hanya alasan utangnya untuk apa, tidak diketahui.

Diketahuinya korban memiliki utang ini, ketika ada pihak yang mencari Yudha ke kesatuan untuk menagih. “Dari situlah akhirnya terungkap kalau selama ini Yudha memiliki utang yang cukup banyak,” kata sumber Malang Post tadi.

Komandan Korps Paskhas AU, Marsda TNI Theodorus Seto Purnomo mengatakan, insiden yang menimpa Praka Yudha, bermula dari persoalan utang pituang.

Korban tengah proses pengembalian semua utangnya. Meski harus menutupi utang, namun pendapatan Yudha sudah kembali normal. Dimasukkannya Yudha ke dalam barak, lanjutnya, karena ada rasa ketidak kepercayaan dari komandan.

Pasalnya, ketika ditanya mengapa bisa utang, Yudha yang kemungkinan malu untuk mengungkapkan alasan, dianggap memberi keterangan berbelit. Padahal pimpinan menanyakan hal tersebut, lantaran memiliki tanggungjawab terhadap anggotanya.

“Itu tindakan komandan memberikan pembinaan untuk jera. Hanya mungkin salah tindakan. Kalau sampai mencederai ya tidak diizinkan. Jika tindakan hingga menyebabkan kematian anggota, bukan bentuk pembinaan,” paparnya. (malang post/yuz/JPG/nin)



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …