Ayah yang Dipukul Cangkul oleh Putranya Itu Masih Muntah Darah

Herman Marpaung saat digelandang ke kantor polisi usai memukul ayahnya dengan cangkul.
foto : metroasahan/JPG

Herman Marpaung saat digelandang ke kantor polisi usai memukul ayahnya dengan cangkul. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Kasus Herman Marpaung (23), seorang anak yang tega mencangkul kepala Derman Marpaung (53) ayah kandungnya sendiri masih menjadi perbincangan warga Dusun IV, Desa Rawang, Kecamatan Rawang Panca, Asahan.

Bagaimana tidak, Herman selama ini dikenal diperlakukan baik oleh kedua orang tuanya. Bahkan, karena anak bungsu di keluarganya, dia terbilang manja. Tersangka nekad mencangkul kepala ayahnya karena ingin menguasai harta ayahnya.

Mirisnya, saat ini, Derman mengalami geger otak dan kerap muntah darah setelah kepalanya dipukul cangkul oleh anaknya.

Informasi diperoleh, Herman yang merupakan Arga, kerap berbuat onar di rumahnya. Kepada wartawan, Nurhayati boru Tambunan (ibu tersangka) didampingi anaknya, Fitriani (25) di Polsek Kota Kisaran mengatakan, pada Jumat (12/5/2017) itu sekira pukul 13.00 WIB, di Simpang Renemas, Dusun IV, Desa Rawang, Pasar IV, Rawang Panca Arga suaminya Derman Marpaung yang sudah lama kesal dengan perbuatan anaknya itu baru pulang belanja.

Saat berjalan, Derman melintas di depan anak bungsu dari 5 bersaudara itu. Saat itu tersangka sedang duduk di depan rumah Asni boru Tambunan (nenek Herman Marpaung). Selama ini Herman tinggal sama neneknya lantaran diusir oleh Derman, karena bikin malu keluarga dan kerap berbuat onar di desa tersebut.

Dimana Herman kerap mencuri harta benda ayahnya, serta tidak terima dinasehati orangtua.

“Sudah capek bilangin anakku ini, beberapa bulan lalu dia sempat membawa lari dan menjual kreta ayahnya. Padahal kreta itu satu-satunya untuk dibuat belanja,” jelas Nurhayati yang membuka kedai kelontong bersama suaminya di depan rumah.

Nurhayati menambahkan, saat melintas di depan Herman, Derman yang sudah benci dengan anaknya itu melirik pelaku sambil meludah. Melihat ayahnya meludah, Herman pun membalasnya.
Lalu korban pun berlalu tanpa mengira kalau anaknya mengejarnya. Dengan membawa cangkul yang diambil dari rumah neneknya, pelaku menyerang korban dengan memukul kepala ayahnya itu dengan cangkul hingga terlepas dari gagangnya. Dengan sempoyongan, Derman langsung tersungkur ke tanah dengan kondisi kepala mengeluar darah.

Melihat ayahnya sudah tersungkur, Herman langsung kabur. Warga yang melihat anak bapak itu berkelahi tidak berani melerai karena saat itu Herman masih memegang cangkul. Ketika korban ditinggal pelaku, warga langsung menolong korban dan membawanya ke rumah sakit.

Meski nyawa nyaris melayang, korban diduga gegar otak karena kerap muntah-muntah. Sementara pelaku sambil membawa gagang cangkul mendatangi rumah korban dan menghancurkan semua isi toko.

“Aku saja hampir mau dibunuhnya, waktu dia ke rumah. Untung ditolong tetangga aku diamankan ke rumah warga. Makanya nggak dapat dia mau membunuhku, makanya isi toko dihancurkannya. Memang anak durhakalah dia itu, nggak tau balas budi. Maunya dihukumlah dia seberat-beratnya tega kali dia sama kami,” pintanya.

Pelaku yang sudah puas dengan aksinya dengan santai kembali ke rumah neneknya tanpa ada beban.
“Udah nggak waras anakku ini, masak nggak ada nyesalnya dia. Apalagi waktu kami lapor polisi malah ditantangnya.



loading...

Feeds