Di Medan, Kapolri Beberkan Metode Pengungkapan Kasus Novel Baswedan ‎

Kapolri Jenderal Tito Karnavian 
Foto Yudha/pojoksatu

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Foto Yudha/pojoksatu

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Aparat kepolisian terus mengoptimalkan penyidikan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

 
Meski Polda Metro Jaya sudah mengamankan tiga orang. Namun, pihak kepolisian belum bisa mengidentifikasi ketiganya adalah pelaku sebenarnya penyiraman air keras tersebut.

 
‎Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya melakukan penyidikan kasus dengan dua metode, yakni metode induktif dan metode deduktif.

 
Jenderal berbintang empat itu, menjelaskan untuk metode induktif, polisi sudah memeriksa CCTV dan saksi-saksi. Ada tiga orang yang dicurigai dari pengembangan di lapangan.

 
“Tiga orang sudah diamankan. ‎Namun dari hasil pengecekan alibinya masing-masing, semuanya tidak ada di TKP. Berarti mereka bukan pelakunya,” jelas Tito saat berada di Polda Sumatera Utara, Rabu (17/5/2017).

 

Sedangkan, metode deduktif, pihak kepolisian mencoba mendalami orang-orang yang mungkin berpotensi melakukan penyerangan terhadap Novel.

 

Namun, melihat dari dua aspek, teror air keras itu, berkaitan dengan permasalah pribadi atau dalam pekerjaan sebagai penyidik di lembaga anti rasuah itu.‎

 
“Nah dalam rangka pekerjaan ini, kita tahu kan dua kalau tidak salah sudah ditangani oleh anggota. Apa penangkapan saudari Miriam juga karena selain permintaan KPK, yang bersangkutan juga punya apa head to head dengan saudara Novel makanya cepat kita lakukan penangkapan dan dilakukan pendalaman oleh anggota,” terangnya.

 
‎Selain Miriam, mantan Kapolda Metro Jaya itu, menyebutkan nama Riko. Untuk Riko punya motif sakit dengan Novel Baswedan.

 

“Sekarang sedang ditangani Polda Metro, sedang didalami apakah yang bersangkutan ini dengan kesaksian yang menurut dia di bawah tekanan itu ada hubungannya dengan kejadian ini atau tidak. Itu masih didalami,” ungkapnya.

 



loading...

Feeds