Kisah Pria Nikahi Dua Perempuan Sekaligus, Hmm Soal Malam Pertamanya?

Ardhi dan kedua istrinya saat di pelaminan.
foto : sumeks/JPG

Ardhi dan kedua istrinya saat di pelaminan. foto : sumeks/JPG

POJOKSUMUT.com, PERNIKAHAN unik kembali menjadi perbicangan jagad media sosial (medsos) dan menjadi viral. Seorang pria berhasil mempersunting dua perempuan sekaligus dan menikahinya di waktu yang sama. Ketiganya duduk di pelaminan dengan damai.

Mengenakan batik warna kuning plus kopiah, Ardi, begitu pria bernama lengkap Ardiansyah di sapa, terlihat gagah diapit dua orang istrinya. Kedua wanita yang merebut hati pria yang berprofesi sebagai petani itu, tak lain Pegi Melati Sukma (20) dan Ria (25).

Pewarna herbal alami warna merah terlihat di kuku jari jemari mereka. Senyum juga selalu menghiasi bibir ketiganya. Namun, mereka tak bisa menutupi kecanggungan satu sama lain. Sekilas Pegi lebih atraktif dibandingkan dengan Ria.

“Ya…beginilah kalau cinta,” ujar Pegi kepada Sumatera Ekspres (grup pojoksumut.com) yang mengunjungi kediamannya, di Dusun V, Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pukul 20.00 WIB tadi malam.

Kunjungan itu, adalah yang kedua kali. Berbeda dengan kedatangan pertama kali sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu, warga tak terlalu heboh. Nah, pada kedatangan kedua justru di rumah Ardiansyah banyak kedatangan tamu.

Maklum saja, pasangan yang dijuluki Two in One itu, sedang menjadi perbincangan hangat. Baik di media sosial, di desa, maupun Kabupaten Musi Banyuasin. Hanya, Ardi seolah terpengaruh.
“Kami yang jalani hidup ini. Keluarga juga mengizinkan,” ungkap Ardi sembari tersenyum. “Kaget juga jadi heboh seperti sekarang,” tambahnya lagi.

Tak hanya di Sumatera Selatan, ada juga penelepon dari Bandung yang menanyakan kebenaran pernikahan tersebut.

“Ya, faktanya memang seperti ini. Kami saling mencintai,” tukas Ardi yang menerima wartawan koran ini di ruang tamu rumahnya semipermanen dari kayu sekitar 5×4 meter persegi.
Di desanya, Ardi bukan pemuda yang tergolong kaya. Sehari-hari berprofesi sebagai petani karet. Penghasilan sekira Rp900 ribu per bulan. Dia selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Menghidupi ibunya Yusmiati dan keempat adiknya. Ayahnya, Asri (alm) empat lalu sudah meninggal dunia.

“Sejak itu, saya yang memikul tanggung jawab keluarga. Nah, sekarang tambah dua istri,” kata pria yang tidak tamat sekolah dasar itu, sembari mengumbar senyum. Tapi, Ardi berjanji dia akan adil. Menafkahi kedua istrinya baik secara lahir maupun batin. “Kalau sehari dapat Rp10 ribu, ya terpaksa istri diberi masing-masing 3 ribu. Sisanya buat keluarga,” kata Ardi tanpa malu.



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …