Tujuh Pemuda Mengaku Dianiaya Sejumlah Oknum TNI, Diancam Bakar, Ditodong Pistol

Para pemuda yang melaporkan kasus kekerasan yang diduga diakukan bberapa oknum TNI.
foto : newtapanuli/JPG

Para pemuda yang melaporkan kasus kekerasan yang diduga diakukan bberapa oknum TNI. foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Tujuh pemuda, yang tiga di antaranya masih berstatus pelajar mengaku dianiaya oleh sejumlah oknum anggota TNI, Sabtu (14/5/2017) tengah malam. Bahkan, dua orang dari mereka mengaku diancam akan dibakar dan pistol ditodongkan ke kepala mereka.

Ketiga pelajar tersebut adalah William Pandapotan Siregar (16), pelajar kelas XI di salah satu SMK di Kota Sibolga, Adrianto Hutagalung (16) pelajar kelas XI di salah satu SMP di Kota Sibolga dan Dandi Pandiangan (16), pelajar kelas XI di salah satu SMK di Kota Sibolga.

Sementara empat pemuda lainnya, yakni Erizon Turnip (19), Peri Panggabean (19), Pangihutan Hutagalung (21) dan Ridwan Hutagalung (18).

Mereka semua merupakan warga Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Informasi dihimpun dari korban dan orangtua mereka, peristiwa itu berawal saat ketujuh korban sedang menghajar salah seorang pemuda warga Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, yang dituding sebagai tukang palak (pemeras).

Pemuda tersebut diketahui merupakan warga Aek Parombunan yang tidak diketahui namanya. Dia dihajar di Jalan Zainul Arifin dekat TK Bhayangkara, tidak jauh dari rumah dinas Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera (KS) Sibolga.
William Pandapotan Siregar, pemuda yang dipalak di wilayah Kelurahan Aek Parombunan terpaksa memberikan uangnya sebesar Rp20 ribu kepada para pemuda yang memalaknya tersebut. Dan, merasa tidak senang, William mengadukan perbuatan sejumlah pemuda warga Aek Parombunan yang telah memalaknya tersebut kepada para teman-temannya.

Mereka pun langsung pergi ke Kota Sibolga malam itu juga, menelusuri sejumlah tempat untuk mencari para pemuda Kelurahan Aek Parombunan yang memalak William.

Akhirnya, mereka menemukan salah seorang di antaranya bersama seorang temannya sedang berada di dekat salah satu kedai di Jalan Zainul Arifin, dekat TK Bhayangkara atau dekat lokasi rumah dinas Danrem 023/KS tersebut. Ketujuh pemuda ini pun langsung menghajar pemuda tersebut, sementara temannya, yang diketahui tidak terlibat dalam pemerasan, dibiarkan pergi.

Saat terjadi keributan dan perkelahian, sebanyak 4 oknum TNI penjaga rumah dinas Danrem 023/KS datang ke lokasi untuk membubarkan keributan tersebut. Namun, 4 oknum TNI yang datang dengan pakaian biasa itu langsung bertindak kasar dengan menendang dan menghajar ketujuh pemuda itu dan membiarkan pemalak tersebut.

Salah seorang dari ketiga pelajar, yakni Adrianto Hutagalung, langsung terkapar saat itu dan tidak berdaya setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari para oknum TNI tersebut. Adrianto terpaksa harus dibawa ke RSU FL Tobing Sibolga oleh Erizon Turnip menggunakan becak bermotor atas suruhan para oknum TNI tersebut.
“Tapi, saat naik ke becak, kami masih tetap ditendang dan dipukul,” ungkap Erizon.



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …