Lihat Nih! Bunga Bangkai Raksasa Ditemukan di Asahan

Warga berfoto dekat bunga bangkai di Desa Gajah Sakti, Dusun II, Kecamatan Bandar Pulau.
foto : metroasahan/jpg

Warga berfoto dekat bunga bangkai di Desa Gajah Sakti, Dusun II, Kecamatan Bandar Pulau. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Warga di Desa Gajah Sakti, Dusun II, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, mendadak heboh sejak Selasa (16/5/2017).

M Budi (30) warga yang pertama kali menemukan tanaman langka itu mengaku sama sekali tak pernah menanam apalagi merawat khusus bunga indah yang tumbuh menjulang tinggi sekitar hampir satu meter tersebut.

“Saya terkejut melihatnya bang, tahunya ini kemarin pagi (Selasa) waktu mau menanam palawija di ladang, diantara semak dan bekas pohon kelapa yang tumbang tanaman itu sudah mekar dan tumbuh menjulang tinggi hampir satu meter. Memang malam sebelumnya disini hujan lebat,” kata Budi warga yang pertamakali mengetahui keberadaan bunga langka itu.

Ia pun mengatakan, sebelumnya tak pernah merasa ada menanam tanaman yang mirip dengan bunga bangkai itu di lahan yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumahnya.

Hanya saja sekira seminggu lalu, orang tuanya pernah melihat tanaman itu tumbuh kecil dan mengira itu adalah jamur liar yang biasa hidup disaat musim hujan.

Sejak tanaman langka itu diposting Budi di akun facebooknya, masyarakat sekitar ramai dan berbondong bondong datang ke pekarangan rumahnya untuk menyaksikan kebenaran tanaman yang diduga mirip bunga bangkai itu tumbuh.

Budi yang juga merupakan sekretaris Karang Taruna Kecamatan Bandar Pulau ini pun menambahkan, menurut cerita orang tuanya sekitar lima belas sampai dua puluh tahun lalu saat ia masih sekolah dilokasi yang sama pernah pula ditemukan tanaman yang sama.

“Kalau cerita bapak saya dan orang orang tua disini dulu memang pernah ada tanaman seperti ini tumbuh di lokasi ini juga, bentuknya sama persis. Jika sudah masanya pucuk bunga akan membesar dan pecah hingga menimbulkan bau yang mirip aroma bangkai,” jelasnya.

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Winda br Siagian (25) istri Budi yang juga mengamati pertumbuhan tanaman ini. Kata Winda bunga ini biasanya mekar dipagi hari apalagi setelah terkena siraman hujan, ia meyakini tanaman ini dapat tumbuh subur karena hidup didaerah cekungan mirip lembah dengan kultur tanah yang basah.

“Biasa kalau mau lihat bunga ini indah pagi hari karena kelopaknya mekar. Kalau sudah siang cuaca panas tanaman ini tak mekar,” ujarnya.

Usai melihat langsung tanaman tersebut, Budi bersama Winda istrinya mengaku sempat memotret dan mengunggah foto fotonya ke akun facebook. Bahkan dari hasil postingannya tersebut, banyak yang menyebut bahwa tanaman tersebut merupakan bunga bangkai.



loading...

Feeds