Pilar Jembatan Ampera Ditabrak Tongkang, Speedboat Tenggelam

Fender dan pilar jembatan Ampera kembali ditabrak tongkang pengangkut batu bara. Kejadian kemarin membuat semen pilar di pinggir arah 16 Ilir mengelupas dan retak. foto : Evan Zumarli/Sumeks

Fender dan pilar jembatan Ampera kembali ditabrak tongkang pengangkut batu bara. Kejadian kemarin membuat semen pilar di pinggir arah 16 Ilir mengelupas dan retak. foto : Evan Zumarli/Sumeks

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Insiden membahayakan kembali terjadi di Jembatan Ampera yang berusia 55 tahun itu. Pasalnya, Tongkang ARK04 bermuatan 7.700 metrik ton (MT) batu bara gagal lolos dari sela-sela pilar yang ada.

Tongkang GT 3346 No.501/AB-2013 BA No.3286/L melaju melintang hingga akhirnya menabrak fender pilar tengah. Kejadiannya, Rabu (17/5/2017).

Diduga, selain karena arus sungai sedang sangat deras, tali penarik antara tongkang itu dengan tugboat (TB) Tanjung Buyut 2-212 dan TG Golden Tulip 1 yang memandunya putus. Benturan tersebut tak hanya menimbulkan suara keras, tapi juga membuat Ampera bergetar.

Ujung tongkang bahkan membuat pilar pinggir di arah 16 Ilir mengelupas dan retak. Informasi yang dihimpun, tongkang ARK 04 berukuran 300 feet milik perusahaan angkutan PT EPI Lematang itu, mengangkut 7.700 MT batu bara milik PT Bukit Asam (PTBA).

Tongkang membawa batu bara dari arah Musi II menuju Perawang, Riau. Ketika sampai di perairan 22 Ilir, belakang Bekang II Sriwijaya, mesin TB Tanjung Buyut 2-212 tidak berfungsi baik. Bahkan, salah satu tali penarik diduga putus.

Akibatnya, tongkang ARK 04 kehilangan kendali. Sementara, TG Golden Tulip 1 tidak mampu membantu tongkang stabil. Arus Sungai Musi yang deras, membuat tongkang ARK 04 makin tidak terkendali. Terus dibawa arus. Ketika mendekati jembatan, tongkang berubah posisi menjadi melintang.

Peristiwa ini membuat sejumlah speedboat yang berjejer rapi tak jauh dari lokasi menjadi terombang-ambing. Bahkan, ada satu speedboat milik Yani, terbalik dan tenggelam.

Menurut seorang serang speedboat, Salim (42), warga Kertapati, suara yang ditimbulkan akibat benturan tersebut terdengar sangat keras. “Kami semua langsung lari. Saya lihat, speedboat Yani terbalik dan akhirnya tenggelam. Untung Yani-nya berhasil selamat,” ujarya.

Para pekerja LRT di sisi lain Jembatan Ampera pun dibuat panik. Mereka berhamburan menyelamatkan diri karena takut imbas dari tabrakan tersebut akan membuat sejumlah alat berat (heavy equipment) seperti crane, tiba-tiba roboh dan mengenai mereka.

“Ngeri kalau crane jadi roboh. Sebab, tabrakannya sangat keras dan crane ikut bergetar. Kami langsung berhenti bekerja dan menyelamatkan diri,” ujar salah seorang pekerja LRT.

Peristiwa tersebut membuat warga yang melintas di Jembatan Ampera dan sekitar Pasar 16 dan BKB menjadi heboh. Mereka berbondong-bondong melihat kejadian tersebut dari pinggir sungai bahkan di atas Jembatan Ampera. Jalanan pun macet.

“Tadi saya sedang melintas di atas Jembatan Ampera, tiba-tiba bergetar. Jadi saya turun dan melihat tongkang besar menabrak fender,” ujar Rahmi, salah satu pengendara sepeda motor. Puluhan personel Satlantas Polresta Palembang turun tangan mengurai kemacetan.

Sedang di bawah jembatan, terlihat enam tugboat membantu membetulkan posisi tongkang ARK 04 agar lurus sehingga bisa melewati sela antara dua pilar. Tiga TB milik PT Waskita Karya yaitu TB Ketapang, Nusa 6, dan Sama Barito mendorong badan tongkang ARK 04 dari belakang. Sedangkan tiga TB lainnya, yaitu TB Noah IV Batam, TB Tanjung Buyut 3-212 dan TB Tanjung Buyut 4-212 milik IPC Marine Service, menarik dari depan. Bahkan, TB Tanjung Buyut 2-2-12, juga ikut membantu.

Karena harus melawan arus, tarikan tali TB Noah IV Batam sempat putus. Tapi, tak lama kemudian dipasang lagi tali baru. Sekitar 1,5 jam, posisi tongkang ARK 04 baru bisa lurus. Berhasil melewati bawah Jembatan Ampera.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB turun tangan dan meninjau ke lokasi. “Evakuasi sudah dilakukan, berlangsung aman dan tidak ada korban jiwa.” tuturnya. Dia mengakui, ada satu speedboat terbalik dan tenggelam karena gelombang di sekitar lokasi.

“Serang (nahkoda) speedboat meloncat dan selamat,” tambah Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol CS Panjaitan.

Pihaknya akan memeriksa nakhoda tongkang tersebut. Termasuk nakhoda TB Tanjung Buyut 2-212 dan TG Golden Tulip 1.

Jika nantinya diketahui ada kelebihan muatan maka bisa dikenakan UU Pertambangan. Saat pengisian batubara ke tongkang, akan dicek oleh Dinas Pertambangan. Setiap ukuran (feet) tongkang, ada batas muatannya. Nah, untuk tongkang ARK 04, Panjaitan memastikan data tonasenya sama.

“Kalau melihat datanya, batu bara yang diangkut sudah sesuai volume tongkang. Sekarang masih diselidiki lebih lanjut penyebab lain.”



loading...

Feeds