Mahasiswi Medan Ini Curhat, Dihina Polisi dengan Ucapan Rasis di Jalan Sutomo

Polisi yang diduga menghina perempuan keturunan Tionghoa saat melintas di Jalan Sutomo, kemarin (18/5/2017).
foto : Instagram

Polisi yang diduga menghina perempuan keturunan Tionghoa saat melintas di Jalan Sutomo, kemarin (18/5/2017). foto : Instagram

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Seorang mahasiswi swasta di Medan mengungkapkan kejadian yang membuatnya kesal via akun Instagramnya, @anjelicazhou.

Dia menuliskan seorang oknum polisi lalu lintas diduga melecehkankanya saat dirinya melintas di Jalan Sutomo, Kamis (18/5/2017) pukul 17.30 WIB.

Pengakuan Anjelica ini ditayangkan ulang oleh akun medaninfo88, Jumat (19/5/2017) lengkap dengan video oknum tersebut. Anjelic mengatakan kejadian ini tepatnya terjadi di persimpangan Jalan Sutomo menuju Jalan Mahoni.

“Saat bapak ini sedang berjaga. Lalu saya berkata pak, Saya harus berbelok ke arah Mahoni karena kampus saya di sana, (keadaan di sana tidak ada palang penghalang ). Dan itu di saat tidak macet. Itu di saat mobil Sutomo (ka) berbelok menuju jalan Mahoni juga. Bapak ini maksa saya jalan lurus disuruh muter. Gimana muter pak? Ke kampus 1 arah aja, jalan ini aja muter juga ntar ketemunya ya si bapak,” akunya.

“Dengan lantam bapak yang terhormat ini bilang saya Cina Bab* !. Saya berjalan balik ke bapak ini. Dan mengatakan, Bapak seharusnya menjadi contoh yang baik. Saya salah dimana sampai mengatakan saya seperti itu. Dan itu kurang ajar ya pak ya! Polisi yang terhormat ini tidak bsa mengatakan apa-apa hanya menghindar,” jelasnya.

Polisi tersebut lanjutnya juga tidak mengatakan maaf sma sekali. “Sempat terjadi cekcok. Saya kesal lalu mengatakan saya bakal laporin bapak. Tapi polisi ini malah mengatakn terserah! Laporin aja. Seakan menganggap remeh,” bebernya.

Dia mengatakan polisi harusnya memberi ketentraman dan menjaga kerukunan di masyarakat dan sekaligus menjadi contoh.

 

“Namun lihat saja yang dilakukan polisi ini. TAK BERMORAL. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan berhak atas perlindungan terhadap setiap bentuk diskriminasi ras dan etnis. Untuk menjamin tidak terjadinya konflik dan diskriminasi maka Pemerintah Indonesia membentuk sebuah Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,” tulisnya lagi.



loading...

Feeds