Pentingnya Peranan BUMDes bagi Perekonomian Lokal

Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnaen SH MHum (tengah) saat menjadi pembicara utama pada seminar nasional di Kampus Tamadun Mandiri Universitas Pembangunan Pancabudi Medan, Jumat (19/5/2017).
foto : fir/pojoksumut

Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnaen SH MHum (tengah) saat menjadi pembicara utama pada seminar nasional di Kampus Tamadun Mandiri Universitas Pembangunan Pancabudi Medan, Jumat (19/5/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan bentuk penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desa dan pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi yang ada di desa.

Bahkan, BUMDes menjadi tulang punggung perekonomian pemerintahan desa guna mencapai peningkatan kesejahteraan warganya.

Demikian disampaikan Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnaen SH MHum saat menjadi pembicara utama pada seminar nasional di Kampus Tamadun Mandiri Universitas Pembangunan Pancabudi Medan, Jumat (19/5/2017).

Seminar tersebut bertajuk ‘Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa sebagai Upaya Pemerataan Distribusi Kesejahteraan Masyarakat’, digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Hadir dalam seminar itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumut Aspan Sofian Batubara sebagai pembicara, Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM, Direktur Program Pascasarjana Unpab Drs Kasim Siyo MSi PhD, Dekan FEB Unpab Drs Anwar Sanusi MSi, Ketua Prodi EKonomi Pembangunan Unpab Saimara Sebayang SE MSi, para dosen dan ratusan mahasiswa FEB Unpab.

Dijelaskan OK Arya, sebagai badan usaha desa seluruh atau sebagian besar modal BUMDes dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa.
Karenanya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan instrumen penting yang sangat menentukan dalam rangka perwujudan tata pemerintahan yang baik (good governance) dan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa.

“Tata pemerintahan yang baik diantaranya diukur dari proses penyusunan dan pertanggung jawaban APBDesa. Memahami proses pada seluruh tahapan pengelolaan APBDesa berupa penyusunan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban memberikan arti terhadap model penyelenggaraan pemerintahan desa itu sendiri,” sebutnya.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumut, Aspan Sofian Batubara menuturkan, diharapkan kepala desa dapat membina dan membentuk BUMDes. Sehingga bisa menambah pendapatan asli daerahnya serta membuka lapangan kerja.

“Kalau ada BUMDes yang baik itu bisa menambah PAD desa, contohnya seperti Desa Gudang Garam di Serdang Bedagai. Tahun ini mereka dapat penghargaan sebagai desa terbaik kategori inovasi. Sebab dengan BUMDes-nya mampu memperkerjakan sebanyak 17 orang warga sekitar. Makanya, kita harap kepala desa juga dapat memperhatikan BUMDes ini,” kata Aspan.

Sementara, dalam kesempatan itu Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unpab, Saimara Sebayang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumut Aspan Sofian Batubara yang bersedia hadir sebagai pembicara pada seminar sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Himep) ini.

Dalam kegiatan itu, lanjutnya, dibahas BUMDes sebagai unit usaha desa, infrastruktur pedesaan, reformasi birokrasi pemerintah desa, dan penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) serta pembinaan desa. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …