Gubernur Lampung Juara Tembak, Coba Tebak yang Mana Gubernur Sumut?

Gubernur dari 22 provinsi se-Indonesia saat menghadiri silaturahmi APPSI dengan panglima TNI di Natuna, Kepulauan Riau, kemarin. FOTO HUMAS PEMPROV KEPRI FOR JPG

Gubernur dari 22 provinsi se-Indonesia saat menghadiri silaturahmi APPSI dengan panglima TNI di Natuna, Kepulauan Riau, kemarin. FOTO HUMAS PEMPROV KEPRI FOR JPG

POJOKSUMUT.com, AJANG silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan panglima TNI di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), kemarin menjadi momen gubernur di Indonesia menunjukkan skil menembak.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menahbiskan diri sebagai jawara menembak. Orang nomor satu di Provinsi Lampung ini berhasil menorehkan catatan terbaik pada ajang menembak yang diikuti 23 gubernur se-Indonesia. Dalam pertandingan ini juga ada tampak Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

Ridho mencatat nilai 99. Atau nilai tertinggi di antara 23 gubernur yang mengikuti latihan menembak itu. Di bawah Ridho ada Zumi Zola (gubernur Jambi) yang meraih skor 86. Kemudian Sugianto Sabran (Kalimantan Tengah) dengan skor 78.

Kepala Bagian Humas Pemprov Lampung Heriansyah saat dikonfirmasi menyatakan, catatan terbaik Gubernur M. Ridho Ficardo tersebut bukan kebetulan. Heri –sapaan akrabnya– menjelaskan, Ridho memang dikenal rutin berlatih menembak.

Hobi menembak tersebut sudah dilakoni Ridho sejak lama. ’’Beliau memang menekuni olahraga menembak. Dan rutin berlatih. Sehingga ketika ada ajang latihan bersama dengan gubernur se-Indonesia, tentu beliau tak asing lagi dengan lapangan tembak,” ucapnya.

Menurutnya, akurasi menembak Ridho berbanding lurus dengan kemampuannya memimpin Lampung. Menurut Heri, kegiatan Ridho di Natuna akan berakhir hari ini. Rencananya, hari ini akan dilakukan pembaretan terhadap para Gubernur se-Indonesia. Setelah usai, barulah Ridho akan pulang ke Lampung. “Besok (hari ini,red) pak Gubernur masih dijadwalkan mengikuti acara. Setelah selesai baru Beliau akan pulang ke Lampung,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun selaku tuan rumah meyakinkan bahwa kebersamaan sangat diperlukan dalam menjaga negeri ini. Termasuk di dalamnya kebersamaan para gubernur yang selama dua hari ini berada di Natuna. “Kita negara yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke perlu kebersamaan untuk menjaga keutuhan negeri ini,” kata Nurdin di sela-sela latihan menembak dalam rangkaian aktivitas para gubernur di Natuna.

Nurdin berterima kasih kepada TNI karena membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Natuna memang berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Cina dan Laut Cina Selatan. “Harus ada dorongan dan perhatian khusus terhadap kawasan ini, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan pertahanan,” kata Nurdin.

Para gubernur memang mengikuti serangkaian latihan “perang”, seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya. Bahkan hari ini, mereka dijadwalkan ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama Presiden Joko Widodo di Tanjungdatok.

Sebelum ke Natuna, para Gubernur terlebih dahulu berkumpul di Jakarta. Kamis pagi, para Gubernur menjalani serangkaian kegiatan di Halim Perdana Kusuma. Dari Halim, rombongan terbang ke Natuna untuk serangkaian kegiatan TNI. Sekitar pukul 09.00 WIB, pesawat TNI AU bertolak dari Halim menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai. Pada pukul 10.50, pesawat mendarat di bandara. Mendagri Tjahjo Kumolo ikut mendampingi para gubernur dalam penerbangan ini.

Sebelum mendarat, dua pesawat tempur F-16 menjemput pesawat TNI AU yang membawa rombongan gubernur menuju Natuna. Dua pesawat tempur ini take off dari Pangkalan Udara Ranai.

Setelah menjalankan serangkaian “latihan perang”, para gubernur menginap di KRI. Mereka menginap tanpa didampingi ajudan atau protokol. Mereka hanya membawa satu tas ransel yang sudah disediakan, lengkap dengan pakaian hingga Jumat (19/5) petang untuk kembali lagi ke Jakarta.

Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, kegiatan ini akan berefek kepada sesuatu yang sangat dalam bagi kepentingan dan tugas kenegaraan. Apapun aktivitas, semuanya ber muara pada menjaga keutuhan negara.

“Menjaga keutuhan itu tidak boleh hanya di pikiran, tapi harus di hati dan di batin kita,” kata Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Aktivitas ini juga, kata Syahrul, juga meyakinkan para gubernur begitu pentingnya menjaga negeri ini. Idealisme kenegaraan harus terus dikonsolidasikan. Syahrul juga menyebutkan kebersamaan antara semua pihak sangat penting. Karena dengan kebersamaan, kompleksitas bangsa yang besar ini bisa dijaga. “Para gubernur harus ada korsa untuk menghadapi tantangan terkini. Juga harus menjaga amanah yang diberikan, sekaligus menjaga rakyat dan melindungi rakyat,” terang Syahrul.

Para gubernur tampak akrab dalam menjalani serangkaian “latihan perang” itu. Tampak kebersamaan terbangun di antara mereka. Apalagi ketika meneriakkan yel-yel penyemangat. (wdi/cw26/jpg/c1/fik)



loading...

Feeds

UISU Menuju Research University

"Langkah itu, merupakan upaya konkrit dalam mencapai target UISU dari teaching university menjadi research university. Oleh karena itu, diharapkan terjadi …