Upps, Ada Mobil Pelat Merah Milik Peserta Pesta Seks Gay Itu

Para gay yang ditangkap dalam razia pesta seks sesama jenis di kawasan Kelapa Gading.
foto : ist for JawaPos.com/JPG

Para gay yang ditangkap dalam razia pesta seks sesama jenis di kawasan Kelapa Gading. foto : ist for JawaPos.com/JPG

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Penggerebekan pesta seks sesama jenis (gay) yang dilakukan Polres Jakarta Utara di ruko kawasan Kelapa Gading mengungkapkan fakta lainnya. Ya, ada seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang ikut dalam aksi tak lazim ini.

Saat ini, setidaknya 37 motor dan satu mobil para gay yang melakukan pesta seks ‎telah dipasangi oleh garis polisi.

Ada pemandangan menarik, karena salah satu motor yang dipasangi garis polisi oleh petugas ada kendaraan dengan pelat merah. Motor tersebut diketahui merek Honda Supra X dengan pelat nomor B 6469 POQ.

“Itu mas ada PNS yang juga ikut pesta seks,” ujar petugas security Maman kepada JawaPos.com (grup pojoksumut) di Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Maman mengaku ruko dengan tiga lantai tersebut selalu sepi pada pagi dan siang.

Namun pada saat akhir pekan pada Sabtu dan Minggu malam roko warna cokelat mendadak ramai dipenuhi dengan para pria. “Memang selalu ramai setiap akhir pekan,” katanya.

Resmob Polres Jakarta Utara menangkap 141 pria yang sedang melakukan pesta gay.

Pesta sesama jenis ini diketahui bernama The Wild One. Untuk bisa ikut pesta sesama jenis ini pihak penyelenggara memasang tarif Rp 185 ribu bagi peserta.

Adapun fasilitas yang disiapkan di lantai satu berupa fitnes, lantai dua tempat pertunjukan tari telanjang, dan lantai tiga tempat spa bagi para kaum gay tersebut.‎
Sementara itu, Maman, petugas keamanan mengatakan, ruko tersebut selalu ‎ramai tiap malam Sabtu dan Minggu.

Para tamu yang datang juga tidak ada wanita. Semuanya adalah pria.

“Memang selalu ramai setiap akhir pekan, dan kalau pagi siang malah jarang,” ujar Maman kepada JawaPos.com, Senin (22/5/2017).

Maman mengaku sama sekali tidak menaruh curiga terhadap aktivitas ruko tersebut.

Padahal dia adalah petugas keamanan yang menjaga di kawasan sekitar ruko tiga lantai ini. Dia hanya tahu ruko itu adalah tempa‎t fitness dan spa.

“Soalnya izin tempatnya cuma tempat fitnes dan spa, jadi saya mengira emang orang-orang itu buat olah raga,” katanya. (Cr2/JPG/nin)



loading...

Feeds