Tiga Bulan Menghilang, Nek Tuminem Ditemukan Warga Tinggal Tulang Belulang

Keluarga berada di samping tulang belulang tenggorak Nek Tuminem sebelum proses pemakaman.
foto : metrosiantar/JPG

Keluarga berada di samping tulang belulang tenggorak Nek Tuminem sebelum proses pemakaman. foto : metrosiantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Suasana hening malam di pinggir Sungai Bahapal, Huta II, Nagori Tanjung Hataran, Simalungun, Senin (22/5/2017) mendadak pecah.

Ini setelah Rusdianto (25) warga sekitar mendapati tulang belulang, sandal, sarung dan tempat makan sirih saat dirinya memancing di sunga itu.

Alhasil, warga Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun ini mengurungkan niatnya mencari ikan dan langsung menelusuri bibir jurang dan melihat jauh ke bawah. Saat itulah ia terkejut. Antara percaya dan tidak, ia melihat kerangka manusia yang masih tersusun utuh.

Sempat panik, ia pun kembali ke kampungnya dan memberitahukan apa yang dilihatnya kepada warga lain, termasuk Pangulu Tanjung Hataran. Oleh pangulu, laporan itu diteruskan ke pesonel Polsek Perdagangan.

Dalam hitungan menit kemudian, puluhan warga sudah memenuhi lokasi. Termasuk personel Polsek Perdagangan yang datang tak lama kemudian.
Saat ditelusuri, dari samping tulang belulang itu juga ditemukan kain sarung bercorak kotak-kotak. Ada juga bekas tempat makan sirih. Barang-barang itu diperkirakan milik korban yang kini sudah tinggal tulang belulang tersebut.

Kemudian warga dan polisi pun sepakat melakukan evakuasi. Namun di saat proses evakuasi berlangsung, Tukimun (60) warga setempat, datang ke lokasi untuk melihat penemuan tulang belulang itu.

Begitu melihat barang-barang yang berada di dekat kerangka manusia itu, Tukimun mengklaim bahwa kerangka itu adalah ibunya bernama Tuminem (82). Dia menceritakan, Tuminem sudah lama mengilang atau sekira tiga bulan lebih atau sejak 30 Januari 2017 lalu.

“Ini ibu saya, ibu saya!” teriaknya kepada petugas dan warga yang memenuhi lokasi.

Menurut Tukimun, terakhir kali ibunya itu terlihat pada Senin (30/5/2017) sekira pukul 10.00 WIB.

“Ibu saya ini sudah sangat tua dan pikun. Dia keluar rumah untuk mencari buah pinang. Memang itu kebiasaannya selama ini,” jelasnya.

Namun sejak saat itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan korban. Menunrut Tukimun, mereka sudah melakukan pencarian ke mana-mana. Tetapi Tuminem tetap tidak ditemukan. Tak hanya mencari, keluarga bahkan sudah melaporkan hal itu ke kantor polisi.



loading...

Feeds