Tipu Warga Rp238 Juta, Oknum PNS Dijebloskan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Sibolga terpaksa berurusan dengan kepolisian lantaran menjanjikan warga jadi PNS dengan menyetorkan uang ratusan juta.

DFS (38) inisial PNS tersebut diketahui sebagai warga Jalan Dolok Tolong, Kelurahan Hutabarangan, Sibolga ditangkap setelah adanya laporan korban. Kapolres Sibolga AKBP Benny R Hutajulu dalam keterangan persnya yang disampaikan Kasubbag Humas Iptu Ramadhan Sormin mengatakan, penangkapan DFS bermula dari laporan korban Hotman Simanungkalit (52), warga Jalan Perumnas Blok F, Kelurahan Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Dalam laporannya, korban mengaku telah ditipu oleh pelaku yang berjanji akan memasukkan dua anaknya menjadi PNS. “Dijanjikan jadi PNS oleh pelaku,” kata Sormin, Selasa (23/5/2017).

Diterangkan, sesuai dengan keterangan korban kepada penyidik, awalnya pada November 2013, anaknya yang berada di Doloksanggul menghubunginya. Katanya, ada seseorang yang bisa memasukkannya menjadi PNS di Pemkab Tapteng. Kemudian, korban mencoba menghubungi DFS. Dan, benar bahwa DFS mengaku mampu memasukkan anaknya jadi PNS. Merasa cocok dengan pembicaraan tersebut, kedua belah pihak kemudian membuat janji bertemu di sebuah restoran di Jalan Thamrin, Sibolga.

“Sabtu, 30 November 2013 sekira pukul 16.30 WIB, korban Hotman tiba di Sibolga. Sekira pukul 17.00 WIB, keduanya bertemu di salah satu rumah makan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati ‘mahar’ yang akan diberikan korban kepada pelaku sebesar Rp238 juta. Saat itu, korban menyerahkan uang muka sebesar Rp100 juta.

Beberapa bulan kemudian, pelaku menghubungi korban dan meminta agar sisa pembayaran sebesar Rp138 juta segera dibayar. “Dikirimkanlah sisanya. Jadi, uang sudah Rp238 juta yang diberikan kepada pelaku,” tukasnya.

Lama ditunggu, pelaku belum juga memasukkan kedua anak korban menjadi PNS. Merasa ditipu, korban pun melaporkan pelaku ke Polres Sibolga. “Sudah berulang kalai ditanya, tapi pelaku tidak juga memasukkan anaknya jadi PNS. Makanya korban melapor ke Polres Sibolga,” pungkasnya.

Saat diperiksa, kepada penyidik, DFS membenarkan bahwa dirinya menerima uang dari korabn sebesar Rp238 juta. “Diterima secara bertahap. Ada yang diterima langsung dan ada yang diterima lewat transfer bank,” ujarnya.

Dan, atas perbuatannya, DFS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Mapolres Sibolga, diduga telah melanggar Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan, dengan ancaman 4 tahun.

Barang bukti yang disita, dua lembar kuitansi penyerahan uang, 4 lembar bukti penyetoran via BRI, 1 lembar bukti penyetoran via BNI dan 1 lembar surat pernyataan tersangka.

Pada kesempatan tersebut, Sormin mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang-orang yang menjanjikan bisa memasukkan seseorang menjadi PNS. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan cepat percaya dan yakin pada orang yang dapat memasukkan menjadi PNS. Dan, bila ada masyarakat yang telah ditipu, silahkan melapor ke Polres Sibolga,” tandasnya. (ts/ara/nt/msg)



loading...

Feeds