Jika Ada Predikat Ayah Tersadis, Pas untuk Pria Satu Ini

Ardi saat rekonstruksi penganiayaan terhadap anak tirinya.
foto : prokal

Ardi saat rekonstruksi penganiayaan terhadap anak tirinya. foto : prokal

POJOKSUMUT.com, BONTANG-Adegan reka ulang yang dilakoni Fardi Sahli alias Ardi membuat semua mata yang menyaksikannya geram. Ayah tiri sekaligus pembunuh Navita, anak 3 tahun ini melakukan reka ulang detik-detik saat dia menghabisi balita tak berdosa tersebut.

Proses rekonstruski dilakukan di halaman Mapolresta Bontang, kemarin.

Anggota polisi, jaksa dan awak media yang mengikuti rekonstruksi terlihat geleng-geleng kepala seolah tak percaya, Ardi begitu tega menghabisi anak kandung istrinya itu secara sadis. Dari 113 adegan rekonstruksi yang dilakukan mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita ini, Navita baru mengembuskan nafas terakhir saat adegan ke 60. Tepat ketika Ardi melempar Navita ke atas bak Truk Hyno bernomor polisi KT 8664 MI.

Saat dilempar itulah, Navita mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak dan mengorok. Navita tewas dalam posisi posisi telungkup di dalam bak truk setelah dilempar oleh ayah tirinya.

Setelah melempar Navita, di adegan ke 61 Ardi naik ke atas bak truk. Dia sempat melihat Navita dalam posisi telungkup tak berdaya. Saat mengeluarkan dara yang begitu banyak, Ardi memanggil istrinya Nita (20) untuk mengambil Navita.

Mengetahui anaknya sudah tak berdaya, Ardi langsung mengambil ember yang berisikan air. Ardi menyiram wajah Navita. Tujuannya agar Navita sadar.
Sementara Nita, memberikan nafas buatan. Sebelumnya, Nita meletakkan tubuh Navita di atas tanah. Saat itu kondisi navita sudah kejang-kejang sekarat.

Tak sedikit pun terlihat penyesalan dari wajah Ardi ketika adegan reka ulang dilakukan. Dari beberapa adegan yang dilakukan, antara Ardi dan Nita saling menyangkal. Seperti ketika tubuh Navita dilempar ke bawah jok mobil.

Tubuh Navita bahkan mengenai DVD hingga membuat flasdisk yang tertempel patah. Menurut Nita, pada adegan ini ia mencoba menghalangi Ardi ketika hendak menginjak perut Navita. Akibatnya, tangan Nita terinjak oleh kaki Ardi.

Pengakuan Nita disangkal oleh Ardi. Dari adegan rekonstruksi ini, terlihat Ardi memulai aksi pemukulan Navita, sejak Minggu, 30 April 2017 pukul 22.00 Wita. Penganiayaan dimulai saat Ardi dan istrinya berhenti di warung Sengkang, Kota Bangun, Kukar, untuk membeli bakso.



loading...

Feeds