KPPU Duga Kuat Importir Penimbunan Penyebab Mahalnya Harga Bawang Putih

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan, Abdul Hakim Pasaribu (tengah) saat memberikan keterangan pers di kantornya terkait kenaikan harga bawang putih. 
foto : fir/pojoksumut

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan, Abdul Hakim Pasaribu (tengah) saat memberikan keterangan pers di kantornya terkait kenaikan harga bawang putih. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Harga bawang putih terus mengalami lonjakan yang cukup tajam. Kenaikan harga salah satu komoditi tersebut terjadi selama beberapa pekan terakhir hingga menembus angka Rp55 ribu per kg. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan himbauan untuk harga tersebut maksimal dijual Rp38 ribu per kg.

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan, Abdul Hakim Pasaribu menyatakan, harga bawang putih yang dijual oleh pedagang pasar tradisional di Medan mencapai Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kg. Harga tersebut diketahui berdasarkan hasil pengawasan di beberapa pasar tradisional (Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing).

“Harga tersebut masih jauh dari wajarnya atau yang diinginkan pemerintah, yaitu Rp38 ribu per kg. Oleh karena itu, kita akan terus menelusuri kenaikan harga tersebut dan mengapa bisa terjadi,” ujar Abdul.

Diutarakan dia, kenaikan harga pada komoditas tersebut yang terjadi saat ini atau belum memasuki bulan puasa bisa dikatakan tidak wajar. Padahal, pemerintah sudah jelas mengeluarkan izin impor dan sudah masuk ke beberapa pelabuhan besar salah satunya Pelabuhan Belawan.

“Tidak ada alasan lagi oleh pelaku usaha untuk menyatakan harga bawang putih naik karena pasokan terbatas. Sebab, sekitar 90 persen lebih pasokan bawang putih kita berasal dari impor negara China, Thailand, dan India. Ternyata, hasil kontrol ke lapangan (gudang) dan diskusi pedagang besar serta informasi pedagang pasar, stok dari importir terhambat. Hanya ada bawang putih yang kurang diminati. Hal ini berarti bawang putih yang diminati sengaja diduga ditahan importir atau ditimbun,” beber Abdul.

Dia menyebutkan, khusus di Sumut berdasarkan hasil itu juga ada sejumlah perusahaan diduga berada dalam satu grup yang merupakan kelompok importir penimbun. Antara lain, CV KP di Sunggal dan PT SAJP di Glugur. Selebihnya, berada di Surabaya. Dengan demikian, ini diartikan diduga penimbunan dilakukan secara bersama-sama supaya harga memasuki bulan puasa malah makin melonjak lagi.

“Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dengan melakukan tindakan hukum terhadap gudang yang diduga menimbun, ternyata belum memberikan dampak yang signifikan agar harga bawang putih turun atau normal. Sebab, pemerintah menginginkan supaya harga bawang putih dijual dipasaran berkisar Rp38 ribu per kg,” sebut Abdul.



loading...

Feeds

SAH! Besok Kita Lebaran

Menurutnya, hilal terlihat di pada sudut ketinggian 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit dan 24 detik. Hal …