Kisah Iwang, Dituding Pelaku Bom Kampung Melayu, Lantaran KTPnya Berada di Lokasi

Wiryawan Indra Wijaya (36), warga Sukabumi tidak terima namanya dicatut sebagai pelaku pada tragedi bom Kampung Melayu. (Dendi/Radar Sukabumi/JPG

Wiryawan Indra Wijaya (36), warga Sukabumi tidak terima namanya dicatut sebagai pelaku pada tragedi bom Kampung Melayu. (Dendi/Radar Sukabumi/JPG

POJOKSUMUT.com, INSIDEN teror bom di Kampung Melayu meninggalkan kenangan pahit tidak hanya bagi keluarga korban, tapi juga warga yang dituding sebagai pelaku dan infonya di media sosial.

Selain Rinton Girsang, mantan personel Brimob Pola Sumut, nasib serupa dialami Wiryawan Indra Wijaya (36).

Dia marah nama dan fotonya tersebar di mesia sosial sebagai pelaku bom Kampung Melayu, Jakarta Timur yang menewaskan timur polisi. Warga Kampung Ranjitengah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, itu berencana menempuh jalur hukum.

“Keluarga tidak nyaman dengan adanya fitnah yang menyandingkan foto saya dengan foto jenazah, kemudian disebar ke medsos oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan atas kasus tersebut kami akan melanjutkannya ke ranah hukum,” kata Wiryawan kepada Radar Sukabumi (Jawa Pos Group) di kediamannya Kamis (25/5/2017).

Iwang-panggilannya, mengaku sangat kaget ketika banyak orang menanyakan KTP miliknya viral melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Dia tidak menampik KTP tersebut miliknya. Namun, KTP itu hilang di Bogor.

“Memang KTP saya hilang sekitar delapan bulan lalu saat kecelakaan di daerah Bogor,” kata pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu. “Setelah kejadian hilang kartu identitas, saya langsung membuat KTP baru,” imbuhnya.

Pada saat peristiwa ledakan bom di halte Transjakarta, Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur, Wiryawan mengaku sedang di perjalanan pulang liburan dari Pantai Palabuhanratu bersama keluarganya.

“Ketika pulang saya kaget. Sebab, tadi malam (Rabu 24/5/2017) Bapak Kapolres Sukabumi Kota datang ke rumah. Mereka memeriksa dan menanyakan kenapa KTP saya bisa disandingkan dengan pelaku terduga teroris hingga di sebar di medsos? Saya jawab tidak tahu. Mereka memeriksa saya dari pukul 00.00 WIB hingga sekitar 03.00 WIB,” ucapnya.

Di tempat yang sama, paman Wiryawan bernama Adi Ruswandi (56) menjelaskan, bahwa pihaknya sebagai keluarga Wiryawan merasa tidak nyaman dan tidak enak dengan adanya penyebaran informasi hoak tersebut. “Saya selaku keluarga akan melaporkan kepada kepolisian,” beber Adi.

Terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur menegaskan, pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu bukan warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Dalam pesan berantai via WhatsApp, foto wajah terduga pelaku disandingkan dengan foto warga Kecamatan Kebonpedes bernama Wiryawan Indra Wijaya. “Itu berita hoax karena orangnya ada di rumahnya bersama keluarga dan masih hidup,” ungkap Rustam. (cr13/pj/yuz/JPG/nin)



loading...

Feeds