Muhaimin Salut Perjuangan Dahlan Iskan

Ketua Umum partai PKB Muhaimin Iskandar berkunjung kerumah pak Dahlan Iskan pada Jumat (26/5/2017)
Ghofuur Eka/ Jawapos

Ketua Umum partai PKB Muhaimin Iskandar berkunjung kerumah pak Dahlan Iskan pada Jumat (26/5/2017) Ghofuur Eka/ Jawapos

POJOKSUMUT.com, SURABAYA-Dukungan untuk Dahlan Iskan dari tokoh nasional, tokoh agama, hingga ormas terus mengalir. Kemarin (26/5/2017) Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan support. Dia berkunjung ke kediaman Dahlan di Ketintang, Surabaya.

Pertemuan tersebut menjadi ajang tombo kangen. Sebab, mereka pernah sama-sama menjabat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Muhaimin menjadi menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sedangkan Dahlan menjabat menteri BUMN. “Sudah lama tidak bertemu. Alhamdulillah, beliau sehat,” kata Cak Imin, panggilan Muhaimin.

Lulusan Universitas Gadjah Mada itu menyatakan, sebenarnya dirinya sejak lama ingin mengunjungi Dahlan, tapi baru bisa terlaksana kemarin. “Kok bisa Pak DI digitukan ya?” ucapnya terheran-heran atas proses hukum yang dijalani Dahlan.

Muhaimin mengungkapkan, selain temu kangen, kedatangannya sekaligus ikut merasakan kesedihan yang menimpa Dahlan. Menurut dia, cobaan proses hukum itu kurang tepat untuk Dahlan. Sebab, Dahlan telah berjasa banyak bagi bangsa dan negara.

Mantan wakil ketua DPR itu juga mendoakan agar Dahlan terus sehat meski menghadapi tantangan. “Saya harap, beliau tetap berkarya. Salut untuk idealisme dan perjuangan Pak Dahlan,” ucap Muhaimin.

Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas. Mulai masalah hukum, politik, hingga kesehatan. Salah satunya tentang stem cell. Dahlan pernah diajak teman sesama menteri untuk menjalani stem cell di Jerman. Saat itu biayanya Rp 2 miliar. Itu belum termasuk biaya tiket pesawat pulang pergi dan hotel.

Pada suatu ketika, Dahlan menghadiri presentasi tentang stem cell oleh dokter dari Universitas Airlangga Surabaya. Dari pemaparan itu diketahui, stem cell di dalam negeri sama dengan yang dilakukan di Jerman. Biayanya tidak sebesar yang dilakukan di Jerman.

Mantan Dirut PLN itu sempat mempertegas pemaparan tersebut dengan berdiskusi untuk memastikan bahwa itu sama dengan yang di Jerman. Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, Dahlan pun yakin. “Akhirnya, saya batalkan berangkat ke Jerman. Saya pakai dokter dalam negeri,” tegas Dahlan.



loading...

Feeds