Gara-gara Saling Klaim Sebagai Istri, Dua Ibu Muda Ini Adu Jotos sampai Pingsan

Korban melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan perempuan yang mengaku sebagai istri dari suaminya.

Korban melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan perempuan yang mengaku sebagai istri dari suaminya.

POJOKSUMUT.com, PADANGSIDIMPUAN-SH (24), perempuan muda di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara mengalami kekerasan hingga pingsan. Mirisnya, sang pelaku adalah sesama perempuan, berinisial SB alias I yang usianya masih 22.

Persoalan utama adalah karena pria. Iya! Pria berinisial AAD diklaim sebagai suami keduanya. Baik SH dan SB sempat terlibat adu jotos dan saling cakar.

Akibat pertengkaran itu, SB alias I warga Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara dilaporkan ke pihak berwajib oleh SH warga Jalan Masjid Raya, Kantin Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

SH di hadapan polisi menjelaskan SB datang tiba-tiba dan bilang sebagai istri AAD.

“Tidak betul AAD itu suaminya. Akulah istrinya yang sah sesuai bukti, seperti surat nikah. Mana buktinya kalau itu suaminya. Kenapa sampai dia memukul aku,” ujar SH beruarai air mata.

Menurut SH, Kamis (18/5/2017) lalu, pelaku SB mendatanginya di tempat usahanya yang menjual perlengkapan ulang tahun di depan salah satu sekolah negeri di Padangsidimpuan.

Sesampainya di tempat tersebut, SB langsung melakukan tindak kekerasan hingga SH menderita luka memar di bagian kepala, tangan dan kaki setelah dipukul menggunakan tangan dan batu oleh SB.
Menurut keterangan warga sekitar yang tidak mau diekspose identitasnya, SH waktu itu sempat pingsan dan dilarikan ke RSUD Kota Padangsidimpuan.

Tidak terima dianiaya, setelah siuman SH langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Padangsidimpuan dengan nomor STPL/217/V/2017/SU/PSP.

Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Zul Efendi membenarkan laporan tersebut.

“Kami sudah menerima laporan tersebut dan sudah memeriksa beberapa saksi dan korban. Bahwa, pelaku melakukan penganiayaan karena tak terima suaminya direbut, sehingga melakukan penganiayaan.”

“Selain itu pelaku juga mengancam akan membunuhnya, baik dengan cara mendatangi korban maupun melalui media sosial akun facebook dengan membuat status yang mengancam korban dengan kata-kata tidak senonoh,” jelas Kasat.

Berdasarkan informasi di kepolisian, korban ternyata istri sah dari AAD. Berdasarkan bukti, pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 KUHP ayat 1 dengan ancaman pidana penjara di atas 4 tahun penjara. “Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit sebagai bukti adanya tindak penganiayaan,” ujar kasat. (syaf/bbs/jpg/nin)



loading...

Feeds