Ikuti KKN Internasional, UMSU Siap Kirim 50 Mahasiswa ke Krabi-Thailand

Rombongan UMSU saat menjajaki kerja sama dengan Thailand beberapa waktu lalu. Kini, UMSU siap mengirim mahasiswanya ke negara tersebut.
foto : ist

Rombongan UMSU saat menjajaki kerja sama dengan Thailand beberapa waktu lalu. Kini, UMSU siap mengirim mahasiswanya ke negara tersebut. foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merealisasikan kerja sama dengan lembaga pendidikan Islam di Provinsi Krabi, Thailand.

Satu diantaranya dengan menerima kehadiran mahasiswa UMSU untuk melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) internasional.

Plt Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMSU, dr Eka Airlangga SpA mengatakan, para pengurus sekolah Islam di Krabi menyambut antusias rencana kedatangan mahasiswa UMSU pada Bulan Agustus tahun ini. Bahkan kedatangan tim UMSU disambut layaknya saudara sehingga tidak ada kesan berbeda negara.

Kedatangan Tim UMSU disambut, Sekertaris Jenderal Integrated Islamic School Network of Thailand, Ustad Zaki Andaman dan mewakili sekolah Islam Ustad Alawi dan Yahya. Tim UMSU sempat diajak meninjau lokasi sejumlah sekolah Islam yang ada untuk memastikan fasilitas akomodasi dan model pendidikan islam yang diterapkan di sekolah.

Dalam kunjungan tersebut Ustadz Zaki juga membawa tim UMSU untuk bersilaturahim langsung dengan salah seorang kepala desa. Kepala desa juga siap memfasilitasi mahasiswa UMSU untuk ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat.

“Direncanakan UMSU akan memberangkatkan sebanyak 50 mahasiswa untuk mengikuti KKN internasional di Krabi, Thailand. Mereka yang diberangkatkan terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Agama Islam,” ungkap Eka didampingi Wakil Dekan 1 Fakultas Agama Islam Zailani SPdi MA, Senin (29/5/2017).

Menurut dr Eka, pihaknya sengaja memilih provinsi Krabi sebagai lokasi KKN Internasional. Sebab, relatif dekat, aman dan memiliki kultur yang hampir sama. Adanya kesamaan itu akan memudahkan mahasiswa untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan masyarakat serta para siswa di sekolah.

“Para pengurus sekolah Islam tersebut umumnya minta kepada mahasiswa untuk ikut mengajarkan program pendidikan bahasa Indomesia, bahasa Inggris dan agama. Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk ikut memberikan materi pelajaran. Dengan begitu, bisa menimba ilmu dan pengalaman dari sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, KKN internasional sendiri merupakan satu upaya untuk memberikan pelajaran sekaligus menimba pengalaman belajar dan bergaul dengan masyarakat luas. Untuk itu, mahasiswa peserta KKN bisa menerapkan kemampuannya dalam penggunaan bahasa Inggris dan belajar bahasa lokal. Sekaligus juga mengenal budaya di negara lokasi kegiatan, sehingga lebih siap dalam menghadapi persaingan di era pasar bebas.

“KKN Internasional sendiri merupakan tuntutan kurikulum, selain untuk menjalin ikatan silaturahim antara sesama umat Islam. Program ini juga merupakan penguatan kerjasama internasional yang diinisiatori PP Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan respon atas perkembangan dunia yang ditandai dengan diberlakukannya pasar bebas ASEAN. Makanya, salah satu upaya adalah dengan menjalin kerjasama internasional khususnya dengan lembaga pendidikan berbasis islam,” imbuhnya.

Sementara Wakil Dekan 1 Fakultas Agama Islam, Zailani SPdi MA mengatakan, 50 mahasiswa yang akan ikut program KKN internasional akan dipersiapkan dengan memberikan bekal pengetahuan dan pelatihan. Sehingga, tidak mengalami kendala khususnya bahasa.

Selain itu juga pengenalan tentang kultur budaya di lokasi, agar mahasiswa bisa menempatkan diri dan keberadaanya diterima masyarakat. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds