Divonis Tiga Tahun Penjara, Penulis Buku Jokowi Undercover Banding

POJOKSUMUT.com, BLORA-Langkah Bambang Tri tegap ketika memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Blora, kemarin (29/5/2017). Penulis buku Jokowi Undercover tak menandakan sedih meski akan menjalani sidang putusan.

Ketua Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti mulai mengetuk palu menandakan sidang dimulai. Dia membacakan berkas putusan dan menyatakan bersalah setelah melihat fakta persidangan. ’’Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara terhadap terdakwa (Bambang Tri),’’ katanya.

Putusan itu setelah terdakwa terbukti secara sah melanggar ?pasal ?28 ayat 2, jo pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Vonis ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama empat tahun penjara.

Menurut majelis hakim, terdakwa dianggap melanggar UU ITE karena membuat status di Facebook (FB). Status FB itu dianggap menimbulkan SARA dan mengandung ujaran kebencian. Salah satu status yang diunggah yakni menyebut ‘’Jokowi cina gila’’. Status tersebut diunggah November lalu. Pertimbangan majelis hakim juga ada beberapa status lainnya.

Sebelum mengambil keputusan, majelis hakim telah mendatangkan saksi ahli untuk menelaah status terdakwa. Mulai dari ahli bidang bahasa hingga bidang sosiologi. Bambang Tri seketika menjawab banding usai pembacaan vonis. ’’Tidak perlu (konsultasi dengan penasihat hukum). Saya akan banding,’’ tegasnya.

Berbeda dengan JPU, masih belum bisa memastikan rencana banding. ’’Kami pikir-pikir dulu,’’ kata Karyono, salah satu JPU. Sidang putusan juga dihadiri orang Jakarta. Salah satunya, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim. Dia mengatakan, kasus ini menjadi pembelajaran, terutama menyajikan informasi ke media sosial. ’’Lebih penting sebetulnya aspek edukasi daripada punishment,’’ ujar dia.

Di ruang tahanan PN, Bambang Tri mengaku kecewa dengan Bambang Sadono, kakaknya yang juga politikus. ’’Saya diminta mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Jokowi,’’ ujarnya berapi-api.

Kata Bambang, ada iming-iming bila dirinya meminta maaf pada Jokowi, akan divonis bebas. Namun, dia enggan menuruti kakaknya beserta pengacaranya.

Sebab, apa yang telah dia tuliskan itu sebuah kebenaran. ’’Dia itu kongkalikong sama penasihat hukum (pengacara) saya itu. Kan yang menunjuk penasihat hukum dia (Bambang Sadono),’’ ucapnya.

Padahal, kata dia, dirinya hanya mengunggah status di Facebook. Terkait buku yang ditulis tidak ada persolan hukum.

Dia lebih kecewa kakaknya beserta pengacaranya ditunding menghalang-halangi mendatangkan saksi dari Komnas HAM dan dosen di UI. ’’Bambang Sadono dan pengacara sendiri sudah saya laporkan ke KomnasHam,’’ katanya.

Hendri Nugroho, pengacara, menepis tudingan disampaikan Bambang Tri. Dia mengaku langkah mendampingi kliennya itu sudah selesai setelah vonis dibacakan. (aam/rij/air/jpg)



loading...

Feeds