Perdana di Indonesia! Prodi Agribisnis Hortikultura Politeknik Wilmar

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh, Prof Dian Armanto (kiri) menyerahkan salinan SK Menristekdikti izin pembukaan prodi Agribisnis Hortikultura kepada Direktur Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar, Aldon MHP Sinaga MMA (kanan). (Istimewa)

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh, Prof Dian Armanto (kiri) menyerahkan salinan SK Menristekdikti izin pembukaan prodi Agribisnis Hortikultura kepada Direktur Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar, Aldon MHP Sinaga MMA (kanan). (Istimewa)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengajukan program studi (prodi) bidang agribisnis hortikultura.

Hal ini terungkap ketika Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar menerima salinan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 253/253/KPT/I/2017 tentang Izin pembukaan Program Studi Agribisnis Hortikultura Program Diploma Empat (D4) pada Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia.

Penyerahan SK dilakukan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto kepada Direktur Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar Aldon MHP Sinaga MMA, di kantor Kopertis Jalan Setia Budi Medan, Selasa (30/5/2017).

“Prodi Agribisnis Hortikultura ini merupakan prodi baru. Menurut yang saya ketahui, Wilmar adalah perguruan tinggi satu-satunya di Indonesia yang mengajukan untuk bidang hortikultura,” ungkap Aldon Sinaga.

Dijelaskannya, pengajuan untuk izin prodi baru itu dilakukan pada 2016 dan disetujui Desember 2016. Agribisnis Hortikultura menjadi salah satu prodi yang nambah jajaran di Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar yang berlokasi di Jalan Kapten Batu Sihombing Medan Estate Percut Sei Tuan, Deliserdang itu sekarang memiliki empat prodi.

“Sejak awal pendiriannya, Wilmar punya prodi untuk Diploma 3 Akuntansi Keuangan, Diploma 4 Akuntasi Perpajakan, dan Diploma 4 Manajemen Pemasaran Internasional,” katanya.

Disebutkannya, bidang hortikultura itu meliputi agribisnis pembudidayaan dan pengelolaan serta pemasaran tanaman holtikultura terdiri empat jenis tanaman yakni tanaman sayur, buah, obat dan bunga.

Dia mengakui Prodi Agribisnis Hortikultura ini agak kurang dilirik lantaran kebanyakan perguruan tinggi lebih suka membangun agribisnis perkebunan. Padahal potensi hortikultura di daerah sekitar sini saja sudah sangat besar.

Dia menyebutkan, tanaman hortikultura sudah sangat mendesak dibutuhkan di Indonesia, bukan hanya di Sumut. Salah satu dasar yang diambil pihaknya untuk bidang hortikultura ini sederhana sana. Semakin meningkatnya pendapatan penduduk per kapita atau pendapatan masyarakat Indonesia semakin sejahtera maka permintaan akan kebutuhan holtikultura juga akan semakin besar.

Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar juga melihat potensi tanaman obat tersebar di banyak daerah di Indonesia. Namun, disayangkan belum punya rincinya dan bagaimana cara pengelolaannya. Padahal jika dibuat inventarisasinya tentu luar biasa.

Untuk menuju ke arah itu, sejak awal Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar sudah mempersiapkannya. Ini karena Wilmar punya beberapa fasilitas yang bertingkat teknologi tinggi, terutama untuk pertanian. Jadi, itulah yang dimanfaatkan Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar untuk pengembangan tersebut.

Aldon Sinaga juga mengungkapkan, yang menjadi dasar ingin membuka prodi bidang holtikultura karena berdasarkan animo orang terhadap pertanian. Dia menilai minat anak muda terhadap pertanian masih rendah.

Sejalan dengan Departemen Pertanian RI pada tahun ini meluncurkan gerakan pertanian muda, Wilmar sendiri sudah melihat hal ini sejak awal pendirian kampusnya, bahwa memang yang akan menjadi tantangan penting adalah mengajak generasi muda masuk ke sektor pertanian.

Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengajukan program studi (prodi) bidang agribisnis hortikultura.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Sumut Dr Mahriyuni MHum mengakui, pembukaan prodi agribisnis holtikultura ini masih langka di perguruan tinggi. Untuk itu dia berharap agar masyarakat memanfaatkan prodi yang masih minim ini.

Mahriyuni meminta agar Direktur Politeknik Bisnis Indonesia Wilmar untuk terus melakukan peningkatan akreditasi dengan memenuhi ketentuan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), sehingga lulusannya diyakini siap diterima di dunia kerja. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds