Perluas Wawasan Mahasiswa, ITM Seminarkan IoT dan Robotika

Dekan Fakultas Teknologi Industri ITM Dr Ir Suwarno MT, saat membuka seminar nasional bertajuk Internet of things dan Robotika di kampus tersebut. (Istimewa)

Dekan Fakultas Teknologi Industri ITM Dr Ir Suwarno MT, saat membuka seminar nasional bertajuk Internet of things dan Robotika di kampus tersebut. (Istimewa)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar seminar nasional bertajuk Internet of things dan Robotika di kampus tersebut, Selasa (30/5/2017). Dalam seminar itu menghadirkan pembicara dari Universitas Perlis Malaysia Dr Mohammad Mokhzani (Pakar IT) dan Dr Muzammil Bin Jusoh (Senior Lektorer).

Dekan Fakultas Teknologi Industri ITM Dr Ir Suwarno MT mengatakan, tujuan dilaksanakan seminar ini adalah untuk menambah wawasan para mahasiswa tentang ilmu dan teknologi. Disebutkannya Internet of Thing atau disingkat IoT merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitias internet yang tersambung secara terus-menerus.

Adapun kemampuannya seperti berbagi data, remote control dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.

Sedangkan Robotika adalah salah satu wacana teknologi untuk menuju peradaban yang lebih maju. “Kebanyakan orang selalu beranggapan bahwa robot adalah kemajuan teknologi yang mampu menggeser tingkah laku seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Dengan kemajuan yang pesat, maka kebutuhan akan SDM akan merosot tajam. Layaknya revolusi pada bangsa Eropa,” ungkapnya saat membuka seminar tersebut.

Ketua Jurusan Teknik Informatika Dr Ir Zulkarnaen Lubis MT mengatakan, perlu mengembangkan wawasan dan keilmuan melalui kegiatan yang digelar ini. Dengan bertambahnya wawasan dan keilmuan bisa menilai kemampuan diri sendiri. Sehingga, ke depan diharapkan para peserta seminar ini dapat menjadi narasumber.

Sementara, Dr Mohammad Mokhzani menyampaikan, pada dasarnya IoT mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet. Kata dia, istilah IoT awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan kini mulai terkenal. Bahkan, IoT menjadi salah satu tugas bagi seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.

“IoT sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi. Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi,” sebut Pakar IT Universitas Perlis Malaysia.

Dr Muzammil Bin Jusoh mengungkapkan, istilah robot yang dahulu kala berjulukan ‘Robota’ tak lain adalah sinonim dari seorang buruh. Lain halnya dengan seorang manusia yang diciptakan sesempurna mungkin oleh sang Pencipta. Jadi, sampai kapanpun robot adalah pembantu manusia.

“Bila sang teknokrat menciptakan robot untuk menjadi penguasa dunia, semoga saja dia tidak berumur panjang. Dengan hasil demikian, maka seluruh kajian tentang robotika menjadi lebih memasyarakatkan di seluruh lapisan, bukan menjadi momok yang harus ditakuti. Namun, pada dasarnya robot adalah sarana untuk membangun peradaban yang lebih maju dan memberikan kemudahan bagi manusia sebagai penciptanya,” tutur Senior Lektorer Universitas Perlis Malaysia ini.

Dia menambahkan, robot adalah simbol kemajuan dari sebuah teknologi karena di dalamnya mencakup seluruh elemen keilmuan. Seperti elektronika, mekanika, mekatronika, kinematika, dinamika, dan lain sebagainya.

“Ini yang menjadi suatu alasan tepat untuk mengash ilmu di dalamnya. Ikon pendidikan akan menjadi semakin termasyur bila selalu mengutamakan teknologi di dalamnya. Sebuah ikon ini sangat penting untuk membangun semangat kemajuan, karena hal ini akan menjadi sebuah patokan awal dari perjuangan untuk selalu dilanjutkan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …