BI Kembangkan Klaster Cabai Merah di Deli Serdang

POJOKSUMUT.com, DELISERDANG-Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut)tengah mengembangkan klaster cabai merah dan wirausahawan baru di Kabupaten Deli Serdang. Pengembangan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemkab Deli Serdang.
Kepala BI Sumut Arif Budi Santoso menjelaskan, untuk pengembangan klaster cabai merah dilakukan kepada Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi R Kec Beringin.
Pemilihan kelompok tani tersebut berdasarkan usulan dari Dinas Pertanian Deli Serdang dan juga hasil survei dengan pertimbangan melihat pengalaman, potensi lahan, kelembagaan dan inovasi.
“Cabai merah menjadi pilihan karena merupakan penyumbang inflasi terbesar di wilayah Medan maupun Sumut pada tahun 2016. Sebanyak 66 persen inflasi Sumut disumbang oleh cabai merah.
Oleh sebab itu, melalui pengembangan klaster ini diharapkan dapat menjadikan Deli Serdang sebagai daerah penyuplai cabai merah. Sekaligus juga mendukung ketahanan pangan daerah itu sendiri dan sekitarnya terutama Kota Medan,” jelas Arif pada peluncuran klaster cabai merah dan penyerahan bantuan di desa tersebut, Rabu (31/5).
Diutarakannya, dengan pengembangan pada kelompok tani itu diharapkan dapat menjadi keunggulan tersendiri dan dapat dipertahankan. Sehingga, bisa menjadi contoh kelompok tani yang lainnya.
“Jadi, pengembangan yang dilakukan bukan sekali saja melainkan secara kontinu, mulai dari masa tanam hingga masa panen. Kami juga mengajarkan bagaimana membuat pupuk organik sendiri dengan waktu yang relatif singkat dan biaya murah. Dengan demikian, tentunya ongkos produksi tanaman cabai merah menjadi lebih murah dan berdampak kepada harga cabai itu sendiri sehingga bisa dikendalikan,” beber Arif.
Dia mengaku, sebenarnya pihaknya ingin berada di semua kabupaten/kota yang ada di Sumut dengan potensi yang dimiliki. Akan tetapi, tentunya bertahap dan tidak bisa sekaligus. Sebab, apabila secara bersamaan pastinya akan keteteran.
“Selanjutnya, kemungkinan setelah dari Deli Serdang akan ke Tanah Karo,” cetus Arif.
Ia menambahkan, selain kerja sama pengembangan klaster cabai merah, pihaknya memfasilitasi pengembangan wirausahawan baru Deli Serdang. Wirausahawan terpilih akan mengikuti program pendampingan intensif selama kurang lebih 6 bulan.
“Tujuannya untuk mendorong wira usaha berbasis SDM lokal, peningkatan akses keuangan dan akses pasar pelaku usaha. Harapannya, agar tercipta virus wirausahawan yang berkualitas dan menjadi panutan atau contoh di daerah lainnya,” pungkas Arif.
Sementara, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan mengatakan, program pengembangan yang dilakukan ini sebagai bukti nyata pihaknya terus berupaya nyata kepada masyarakat. Sekaligus juga dapat menjadi momentum bagi Pemkab Deli Serdang dalam percepatan pembangunan khususnya perekonomian yang kokoh dan berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing.
“Pembentukan klaster cabai merah sebagai langkah awal bagi kami, dalam rangka mewujudkan terciptanya kawasan terpadu penyangga ketahanan pangan di Sumut. Selain itu, membentuk petani-petani andal yang memiliki pengetahuan teknologi yang modern,” kata bupati.
Sedangkan pengembangan yang dilakukan terhadap wirausahawan baru, lanjutnya, untuk menciptakan pelaku usaha yang bermental tangguh dan berdaya saing. Sehingga, mampu menghadapi persaingan secara global. (fir)
Kepala BI Sumut Arif Budi Santoso (tengah) didampingi Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada petani di Desa Sidodadi R Kec Beringin, Rabu (31/5).
(fir)


loading...

Feeds