Cium Jurnalis Saat Wawancara, Petenis Tuan Rumah Diusir dari Prancis Terbuka

Momen saat Maxime Hamou mencium paksa jurnalis perempuan Maly Thomas.

Momen saat Maxime Hamou mencium paksa jurnalis perempuan Maly Thomas.

POJOKSUMUT.com, PETENIS Prancis Maxime Hamou harus menanggung akibat ulahnya yang kurang ajar. Ya, dia “diusir” dari turnamen di Prancis Terbuka 2017, lantaran berusaha mencium seorang jurnalis wanita dalam sebuah sesi wawancara.

Hamou merangkul leher dan bahu jurnalis Eurosport, Maly Thomas, saat dia mewawancarai dia menyusul kekalahannya pada putaran pertama turnamen oland Garros pada Senin (29/5/2017). Dia beberapa kali tampak berusaha mencium Thomas.

“Sejujurnya itu tidak menyenangkan. Jika tidak sedang siaran langsung, saya akan memukulnya,” kata Thomas kepada Huffington Post.
Maxime Hamou beberapa kali berusaha mencium jurnalis Eurosport, Maly Thomas, dalam wawancara siaran langsung.

Hamou, petenis nomor 287 dunia, kemudian dilarang masuk ke arena Roland Garros oleh panitia akibat perilaku tercela itu. “Direktur turnamen memutuskan untuk membatalkan akreditasi Maxime Hamou setelah perilaku tercelanya terhadap seorang jurnalis pada Senin menurut pernyataan Roland Garros,” bunyi pernyataan Prancis Terbuka 2017.

Juru bicara Eurosport mengatakan kepada AFP bahwa tindakan Hamou memang sangat tidak pantas. “Kami sangat menyesali insiden yang terjadi dalam wawancara petang kemarin antara Maly Thomas dan Maxime Hamou,” kata juru bicara Eurosport.

“Perilaku orang yang diwawancarai sangat tidak pantas dan kami tidak membiarkan perilaku seperti itu dengan cara apa pun. Kami meminta maaf kepara pemirsa yang mungkin terdampak,” imbuhnya.

Hamou sendiri akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Thomas pada Selasa (30/5/20176). Namun, tentunya permintaan maaf itu tak mengubah keputusan pihak penyelenggara.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang paling dalam saya kepada Maly Thomas jika dia merasa terluka atau syok karena perilaku saya selama wawancara,” katanya kepada L’Equipe.

“Saya hanya merasakan pekan yang luar biasa di Roland Garros, merasakan emosi paling indah sebagai pemain tenis, dan saya membiarkan antusiasme saya terekspresikan dengan cara aneh ke Maly yang saya kenal dan saya hormati. Saya siap meminta maaf kepadanya langsung jika dia sangat menginginkannya,” pungkas Hamou. (ira/JPG/nin)



loading...

Feeds