PNS Polda Lompat dari Lantai 37, Tinggalkan Secarik Surat Ini

Secarik surat yang ditinggalkan Yuli. Surat ini sebagai pesan menjadi petunjuk keluarga Yuli. Foto Yuliwati Irawan saat masih hidup (kanan) (istimewa)

Secarik surat yang ditinggalkan Yuli. Surat ini sebagai pesan menjadi petunjuk keluarga Yuli. Foto Yuliwati Irawan saat masih hidup (kanan) (istimewa)

 

POJOKSUMUT.com, JAKARTA– Hidup Yuliwati Irawan, 37, warga Jalan Arjuno 22, Klojen, Kota Malang, berakhir tragis. Dia terjun dari lantai 37 Apartemen New Royal Lippo Jakarta, Selasa (30/5).

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang kemarin (31/5), perempuan tersebut memang benar warga dari Jalan Arjuno, Kota Malang. Petunjuk awal berupa secarik kertas yang ditinggalkannya di tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam surat lusuh yang bagian atasnya terdapat robekan kecil itu, dia menulis alamat dan sejumlah nomor telepon orang dekatnya.

Hal ini seolah menjadi ”wasiat” terakhir bagi yang menemukannya untuk menghubungi orang-orang di nomor tersebut.

Surat tersebut berbunyi ”Endri Driver 085210110027, Mama 081334556098 Arjuno 22 Malang, Dianawati Irawan 08174899871. Sorry All, Bye2!”.

Menurut keterangan polisi, ada juga tulisan di tangan kanannya yang berbunyi 3707. Nomor ini adalah nomor kamar Yuli di Apartemen New Royal Lippo Jakarta. Sementara itu, di Jakarta, Yuli bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Polda Metro Jaya.

Dari pantauan koran ini kemarin di rumahnya, Jalan Arjuno 22, Kota Malang, kediaman tersebut terlihat sepi.

Sama sekali tidak ada orang yang keluar dari rumah yang berada persis di depan SMPN 8 Kota Malang itu.

Bahkan, seorang pembantu yang berada di dalam rumah tidak keluar ketika koran ini nyanggong di depan rumah.

Kendati demikian, seorang warga bernama Amang, 37, mengetahui bahwa Yuli merupakan orang asli rumah tersebut.

Menurut Amang, keluarga Yuli sudah berangkat ke Jakarta. Pria yang sehari-hari berjualan es di depan rumah korban menyatakan, keluarga Yuli berangkat ke Jakarta, Selasa siang (30/6).

”Kemarin (lusa, Red) keluarga memesan kepada pembantunya kalau mereka be rangkat ke Jakarta,” katanya.

Amang menyatakan, pihak keluarga tidak ada yang tahu pasti atas peristiwa yang menimpa Yuli di Jakarta.

Bahkan, ibu Yuli berpesan kepadanya untuk memberi keterangan seadanya jika ada orang yang bertanya tentang kasus tersebut.

”Pembantunya tidak boleh bicara. Ibu (Ibu Yuli) bilang ke saya untuk memberi keterangan seadanya,” imbuhnya.

Sementara itu, beredar kabar kalau Yuli bunuh diri karena stres setelah cerai dengan suaminya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi, pada hari nahas itu, korban akan menjalani sidang hak gono-gini dengan mantan suaminya.

Kemarin, koran ini mencoba menghubungi nomor telepon yang ditinggalkan Yuli di kertas itu. Dari nomor telepon itu, hanya nomor sopir Endri yang bisa dihubungi.

Sedangkan, nomor lainnya tidak aktif. Endri mengaku, sejak 1,5 bulan yang lalu, dia sudah tidak bekerja kepada Yuli. Hanya saja, dia sudah mengetahui kabar meninggalnya mantan majikannya itu.

Bahkan, pihaknya sudah dihubungi pihak keluarga. ”Keluaga sudah menghubungi saya, ibunya menanyakan masalah anaknya,” katanya.

Endri mengaku tidak tahu masalah yang menimpa Yuli sehingga dia nekat bunuh diri dengan cara tragis. Untuk saat ini, Endri bekerja di sebuah pabrik di Sukabumi.

”Saya sudah bekerja di pabrik dan sudah tidak pernah berhubungan dengan korban,” katanya.

Kasat Binmas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni mengaku belum tahu pasti peristiwa tersebut. Bahkan, menurut dia, belum ada laporan kepada Polres Malang Kota.

(jaf/c3/riq/JPG/sdf)



loading...

Feeds