Warga Masih Takut, Suara Auman Harimau Terdengar di Lokasi

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, LABURA-Warga di Dusun Kuala Indah Desa Terang Bulan Kecamatan Aeknatas Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) masih diselimuti ketakutan, pascaperistiwa tewasnya harimau karena ditombak.

Pasalnya, suara mirip auman harimau masih sering terdengar oleh warga Kuala Indah KM 8 dan KM 5 pada dua malam pasca dibunuhnya harimua tersebut. “Dua hari yang lalu atau tepatnya Sabtu malam (27/5/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, saya mendengar suara auman sebanyak tiga kali dari arah bukit itu,” kata Taufik (32), warga KM 8 Dusun Kuala Indah seraya menunjuk ke arah bukit tersebut.

Taufik menceritakan bahwa dirinya berencana ke warung untuk membeli rokok namun di perjalanan ketika mendengar auman mirip suara harimau, diduga induk harimau yang tewas beberapa hari lalu, Taufik pun membatalkan niat beli rokok dan kembali ke pondok melihat istri dan anaknya.

“Warga yang berdomisili di kawasan tersebut merasa takut untuk melakukan aktivitas sehari hari karena masih dihantui ketakutan dengan kemunculan seekor harimau sumatera ke pemukiman,” jelasnya.

Zulkarnain Munthe, Kadus Kuala Indah menambahkan, warga masih takut untuk bekerja ke ladang, karena masih mendengar suara mirip seperti aungan harimau jika malam hari. “Hal ini sudah disampaikan kepada pihak terkait dan petugas sudah turun ke lokasi,” jelasnya.

Sebanyak 8 orang tim yang tergabung dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut dan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Utara turun menelusuri lokasi yang diduga asal suara auman harimau. Hal ini untuk mengantipasi kekhawatiran warga Dusun Kuala Indah.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat, karena warga disini katanya masih mendengar suara aungan mirip suara harimau pasca tewasnya harimau di daerah ini,” kata Seno Pramudita, Kabid Wilayah II BKSDA Sumut, Selasa (30/5/2017).

Lebih lanjut kata Seno, untuk memastikan informasi tersebut, timnya dibantu masyarakat menelusuri bukit yang tidak jauh dari pemukiman warga mencari jejak harimau untuk memastikan keberadaan binatang buas yang dilindungi itu. “Kita sudah turunkan tim untuk mencari jejaknya,” sebut Seno.

Tim juga sudah menyampaikan imbauan dan membagi bagikan brosur kepada masyarakat tentang antisipasi dan pencegahan hal yang tidak diinginkan. “Kita sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera melapor kepada petugas jika mengetahui keberadaan harimau atau binatang yang dilindungi itu.

Selain Harimau juga Orang Hutan, Tapir dan Beruang. Jika ada melihat hewan yang dilindungi itu agar diinformasikan kepada petugas terdekat,” tandas Seno. (st/rah/ma/jpg/nin)



loading...

Feeds