Bukan Dendam, tapi Ajang Pembuktian Higuain

Gonzalo Higuan.  REUTERS/Giorgio Perottino

Gonzalo Higuan. REUTERS/Giorgio Perottino

POJOKSUMUT.com, EKSPRESI Gonzalo Higuain datar saja saat Juventus memastikan gelar Serie A musim 2016–2017. Hal yang sama ketika dua pekan lalu (17/5) Juventus meraih gelar Coppa Italia.

Higuain baru menangis ketika meninggalkan Santiago Bernabeu (markas Real Madrid) pada akhir musim 2012–2013. Dia menangis karena sebetulnya ingin bertahan di Spanyol. ”Sepak bola membuat saya menangis. Baik karena senang atau sedih. Saya menangis saat meninggalkan Madrid,” jelas Higuain kepada Marca.

Wajar jika bomber berjuluk El Pipita itu menangis. Sebab, dia menikmati banyak gelar saat membela Real. Total, dia mengoleksi tiga trofi La Liga, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol selama membela klub berjuluk Los Blancos tersebut.

Tapi, keadaan membuat Higuain harus hengkang. Dia ”dipaksa” pergi karena kalah bersaing dengan Karim Benzema. Nah, final Liga Champions di Cardiff akhir pekan ini
(4/6/2017) bisa menjadi ajang revans bagi Higuain.

Dia sendiri tak menyangka ber temu Real dalam partai final. ”Sepak bola kadang menempatkanmu dalam situasi seperti ini. Saya harus berhadapan dengan Real Madrid dalam final,” kata Higuain kepada Four FourTwo.

”Fakta bahwa saya pernah main di Real sudah memberikan intrik ekstra bagi permainan saya. Tapi, saya tidak mau menipu diri sendiri bahwa saya ingin Juventus memenangi Liga Champions,” ungkap bomber timnas Argentina itu.

Higuain menegaskan, dia masih menjalin komunikasi dengan mantan rekannya di Real. Terutama sang kapten Sergio Ramos.

”Saya masih punya rasa kasih sayang kepadanya (Ramos) dan ke luarganya. Kami pun masih sering berkirim pesan satu sama lain. Semoga dia tak menciptakan gol pada menit ke-90,” ucap Higuain.

Nicolas Higuain, kakak kandung Higuain, mengungkapkan alasan ke pindahan saudaranya ke Italia pada 2013.

Menurut dia, situasi pada musim terakhir Higuain di Bernabeu kurang menyenangkan. ”Tiap akhir pekan, selalu saja ada perdebatan Real memainkan adik saya atau Benzema. Ini tidak adil,” ujar Nicolas.

Dia membantah anggapan bahwa Higuain masih menyimpan dendam. ”Namun, jika dia merayakan golnya ke gawang Real, itu bukanlah sikap tidak respek darinya. Yang jelas, dia melalui tujuh tahun yang fantastis di Madrid,” tuturnya.

Higuain bukan satu- satunya mantan penggawa Real yang berada di Juventus. Masih ada Sami Khedira yang harus ”ter usir” dari Santiago Bernabeu. Tepatnya setelah ikut membawa Real memenangkan trofi Liga Champions 2014.

Dalam wawancaranya kepada ZDF, Khedira sempat berpikir tak akan mendapatkan peran penting lagi di tim. Terutama setelah meninggalkan Real. ”Tapi, sekarang saya gembira bisa kembali bermain dengan level performa yang tinggi,” jelasnya.

Berbeda dengan Higuain yang punya masa-masa indah di Real, Khedira justru sebaliknya. Dia jarang mendapat kesempatan bermain di Real. Rata-rata per musim, dia hanya 32 kali bermain. Bandingkan ketika di Juventus, dalam dua musim, permusim dia bisa bermain 35 kali di semua ajang.

”Saya tidak suka statistik. Tapi, saya rasa, sepanjang karir saya tidak banyak menit bermain. Saya akan menempatkan pengalaman penting saya selama lima musim bersama Real (di Juventus). Saya ingin membawa Juventus mendapatkan treble winners-nya pada musim ini,” kata Khedira. (ren/ion/JPG/nin)



loading...

Feeds