Dua Penganiaya Remaja Penghina Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka

Tersangka penganiayaan terhadap remaja 15 tahun yang menghina Habib Rizieq
foto : RMOL

Tersangka penganiayaan terhadap remaja 15 tahun yang menghina Habib Rizieq foto : RMOL

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Dua pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap remaja yang sudah menghina Rizieq Shihab lewat media sosial ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur, Putra Mario Alvian (15), warga Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Anak itu dikepung belasan warga dan dipukuli di bagian kepala karena diduga merendahkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan organisasinya. Adegan kekerasan dan intimidasi itu direkam dengan kamera handphone lalu disebarluaskan lewat media sosial.

“Keduanya telah menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas PMJ, Komisaris Besar Argo Yuwono, di kantornya, Jumat petang (2/6/2017).

Dari hasil pemeriksaan, AM mengaku telah memukul korban dengan tangan kiri ke arah pipi kanan korban sebanyak tiga kali.

Sedangkan Mu memukul dengan tangan kanan sebanyak satu kali dan mengenai kepala korban.

“Mereka sudah kita amankan untuk dilakukan proses selanjutnya,” jelas Argo.
Salah satu penganiaya anak umur 15 tahun, Putra Mario Alvian, ternyata menjabat pengurus Front Pembela Islam (FPI).

Polisi menjelaskan satu dari dua tersangka bernama Abdul Mujib (22) dan memang tercatat sebagai pengurus FPI.

“Benar. Ada kartu identitas pengurus FPI atas nama Abdul Mujib,” ungkap Argo Yuwono.

Mario dan ibunya.
foto : dokumen GP Ansor

Dalam kartu identitas itu tercantum nama Ahmad Mujib menjabat Wakil Ketua Bidang Misbah DPW FPI Jaktim. Selain nama dan jabatan, terdapat foto Ahmad, yang hari ini ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anak.

Sebelumnya, Ahmad mengaku kepada wartawan hanya berstatus anggota FPI. Pria yang diketahui sebagai guru silat itu membantah menjabat pengurus FPI.

“Saya (anggota) FPI, bukan pengurus. Ya, saya diajak (menganiaya Mario),” ungkap Ahmad kepada wartawan.
Oleh penyidik, mereka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 80 jo pasal 76C UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Atau dan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan terhadap sesorang.

Belakangan ini aksi yang dilakukan FPI ini banyak ditentang. Aksi ini tenar dengan nama persekusi alias menjemput, menganiaya korban atas kasus tertentu tanpa melibatkan polisi. (ald/rmol/jpg/nin)



loading...

Feeds