Kisah Dua Pedagang Keliling Taklukkan Buaya Seberat 500 Kg

TERTANGKAP : Warga berupaya menaikkan buaya raksasa yang ditangkap dua orang pedagang keliling dari Sungai Langkai, Jumat (26/5/2017)

TERTANGKAP : Warga berupaya menaikkan buaya raksasa yang ditangkap dua orang pedagang keliling dari Sungai Langkai, Jumat (26/5/2017)

Keduanya lantas mencari alat bantu seadanya yang ada di sekitar. Mereka pun menyambungkan dua batang kayu agar bisa menjangkau lokasi buaya itu berjemur tanpa harus mendekat.
“Kebetulan, di pancung kami ada tali jangkar yang cukup panjang. Makanya, muncul ide kami untuk mengikat buaya itu dengan tali jangkar itu,” ujar Doni.

Tapi, mereka tahu, dengan alat bantu tersebut, itu tetap misi yang sangat berbahaya. Mereka bukan Jaka Tingkir, tokoh dalam legenda Jawa pada abad ke-16 yang mampu menaklukkan buaya dengan tangan kosong. Dengan kalimat lain, seperti kekhawatiran Erwin, jangan-jangan itu memang seperti misi bunuh diri…

Buaya dengan leher yang sudah terjerat itu terus berontak. Doni dan Erwin terus diseretnya. Untuk membantu menahan buaya, dua pedagang keliling tersebut menghidupkan mesin perahu mereka. Sambil tangan mereka tetap memegangi tali.

Tapi, pertarungan seret-menyeret itu tetap dimenangi si buaya. Sampai perahu kehabisan bahan bakar minyak (BBM), ia terus melaju.

Hampir tiga jam Doni dan Erwin berjibaku dengan buaya yang terus menyeret mereka ke arah pesisir pantai, sekitar 1 kilometer dari lokasi awal. Keduanya mulai kehabisan tenaga.
Persis saat seretan buaya agak mengendur, dengan tenaga tersisa, keduanya lantas memutuskan untuk turun dari pancung. Mereka bergegas mengikat tali pengikat itu ke pohon bakau.
“Sekitar pukul 20.00 WIB, baru kami bisa ikat ke pohon,” kenang Doni.

Setelah mengikat tali jangkar tersebut ke pohon bakau, keduanya beristirahat sebentar sebelum begerak menuju rumah masing-masing. “Malamnya, Bang Erwin yang tak bisa tidur. Dia dan Kevin (kawan mereka yang lain, Red) kembali ke lokasi buaya itu untuk pastikan buaya itu tak lepas atau kabur,” ujar Doni.

Saat pagi baru temuan buaya tersebut dilaporkan ke Kecamatan Sagulung. Pihak kecamatan bersama warga lain akhirnya bergotong royong mengevakuasi buaya tersebut ke darat.

Si buaya memang sudah tidak melawan lagi karena kehabisan tenaga. Tapi, dengan berat sekitar setengah ton, tetap tak mudah mengevakuasinya. Dibutuhkan puluhan orang untuk memindahkannya ke darat.

Oleh petugas Kecamatan Sagulung, buaya tersebut lantas diangkut dengan sebuah truk untuk dibawa ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. “Kemungkinan akan dibawa ke lokasi penangkaran buaya di Pulau Bulan,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Sagulung M. Jamil.

Jamil juga mengimbau warga yang biasa beraktivitas di sekitar sungai tersebut untuk lebih waspada. “Bisa jadi, masih ada buaya yang lain. Jadi, untuk sementara, hindari dulu lah mancing atau beraktivitas di dekat sungai,” imbau Jamil.

Doni dan Erwin tentu tak bisa lama-lama menghindari Sungai Seilangkai. Mata pencaharian mereka bergantung di sana. Mereka tentu hanya bisa berharap buaya yang baru saja ditaklukkan dengan susah payah itu tak punya kakak, adik, istri, atau teman.(Eusebius Sara//C11/TTG/JPG)



loading...

Feeds