Kapal Pembangkit Listrik dari Turki Resmi Beroperasi di Belawan

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5).
foto : Sutan Siregar/Sumut Pos/jpg

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5). foto : Sutan Siregar/Sumut Pos/jpg

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan dari Turki mulai dilakukan tahapan-tahapan sinkronisasi.

Langkah ini diawali dengan penyalaan mesin secara perdana oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rosidin langsung dari atas kapal Onur Sultan di Dermaga PLTGU Belawan, Minggu (4/6/2017) sore.

Tahapan sinkronisasi ini sesuai dengan jadwal perencanaan yang telah ditargetkan PT PLN, MVPP dapat sinkron dengan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan direncanakan Commercial Operation Date (COD) pada 9 Juni 2017.

MVPP yang akan mengalirkan daya 240 MW ini merupakan salah satu bagian dari proyek 35.000 MW guna meningkatkan pasokan listrik untuk kebutuhan daya pada sistem kelistrikan di wilayah Sumbagut.

“Dengan masuknya tambahan daya 240 MW dari MVPP, nantinya daya mampu sistem Sumbagut menjadi 2.287 MW, dengan perkiraan beban puncak tertinggi 2.075 MW. Hal ini membuat sistem Sumbagut memiliki cadangan daya sekitar 212 MW,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Kitsbu, Binharun Nababan.

Binharun menjelaskan, secara teknis penekanan tombol ini secara perdana mesin di kapal Pembangkit MVPP dinyalakan. Untuk selanjutnya bertahap masuk dan dicoba ke jaringan hingga target masuk penuh ke jaringan pada 9 Juni.

Kapal MVPP Onur Sultan dengan panjang 300 meter dan lebar 50 meter ini memiliki mesin PLTD berkapasitas 18,81 MW/unit dengan jumlah total 24 unit dan mesin PLTU dengan kapasitas 2×15 MW. Beberapa kelebihan dari MVPP ini, di antaranya memiliki kemampuan dual fuel yang dapat menggunakan bahan bahar minyak (BBM) jenis Heavy Fuel Oil (HFO) dan juga bahan bakar gas (BBG).

Selain itu, kapal pembangkit listrik yang disewa PLN selama 5 tahun ini memiliki beberapa kelebihan lain, mulai dari tidak membutuhkan lahan untuk membangun, mobilitas relokasi cepat, fleksibilitas dalam penggunaan bahan bakar, konsumsi bahan bakar lebih hemat, tingkat produksi limbah relatif rendah, dan pengaruh kebisingan terhadap masyarakat relatif lebih rendah. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds