London Berdarah! 6 Korban Tewas, 48 Terluka, 3 Terduga Pelaku Ditembak Mati

Korban ledakan dalam proses evakuasi.
foto : thesun

Korban ledakan dalam proses evakuasi. foto : thesun

POJOKSUMUT.com, KOTA London, Inggris, kembali diserang teror. Kali ini terjadi di dua titik di jantung Kota London. Serangan pertama terjadi di London Bridge, ketika sebuah van menabrak dengan brutal para pejalan kaki.

Tak lama berselang, di lokasi yang tak berjauhan, pria bersenjatakan pisau besar menyerang pusat kuliner Borough Market.

“Kami percaya bahwa enam orang tewas di samping tiga penyerang yang ditembak mati oleh polisi,” kata kepala polisi antiteror, seperti dikutip dari AFP.

Menurut London Ambulance Service, lebih dari 30 korban dilarikan ke rumah sakit di daerah tersebut. Serangan tersebut terjadi hanya lima hari menjelang pemilihan umum dan hanya beberapa menit setelah akhir final Liga Champions antara Juventus dan Real Madrid di Cardiff. Serangan terjadi di area yang penuh dengan bar di mana banyak penggemar menonton sepak bola.

Saksi mata menggambarkan van itu melaju ke beberapa pejalan kaki di London Bridge dan kemudian satu atau lebih orang yang memegang pisau berlari menuju bar yang penuh dengan pengunjung yang menikmati Sabtu malam.

 

Tiga pria tergeletak yang diduga sebagai bagian dari pelaku peledakan.
foto : thesun

Seorang saksi menggambarkan melihat lima penyerang. Fotografer dari Italia Gabriele Sciotto, yang menyaksikan final Liga Champions di pub Wheatsheaf di Borough Market, mengatakan bahwa dia melihat tiga pria menembak tepat di luar pub.

Dalam fotonya, seorang pria mengenakan celana tempur, dengan kepala tercukur dan yang tampak seperti sabuk dengan tabung yang menempel padanya bisa terlihat di tanah dengan dua mayat lagi di belakangnya.

Seorang pria bernama Gerard mengatakan kepada BBC: “Mereka menusuk semua orang. Mereka berlari dan pergi sambil berkata This is for Allah,” katanya.

Polisi merespons dengan cepat dengan lusinan kendaraan darurat. Ketiga tersangka tersebut ditembak oleh polisi bersenjata dalam waktu delapan menit dari panggilan pertama ke layanan darurat. “Insiden mengerikan di London. Tindakan terorisme,” kata Perdana Menteri Theresa May. (adk/jpnn/nin)



loading...

Feeds