Innalillahi…Badila Sinaga, Sempat Membaik, Bocah Ceria Itu Meninggal Dunia

Jenazah Badilla Sinaga di rumah duka.
foto : metro siantar

Jenazah Badilla Sinaga di rumah duka. foto : metro siantar

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Kabar duka datang dari bocah 10 tahun Badilla br Sinaga. Gadis cilik yang mengalami pecah pembuluh darah itu akhirnya meninggal. Badilla menghembuskan nafas terakhirnya di RS Tentara Pematangsiantar pada Sabtu (3/6/2017) sekira pukul 01.30 WIB.

Pantauan METRO SIANTAR (grup pojoksumut), di rumah duka Jalan Padang Sidempuan, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat, Sabtu siang, para pelayat terlihat silih berganti berdatangan. Tak jarang di antara mereka yang menangis begitu melihat kondisi Badilla yang sudah terbujur kaku. Duka mendalam juga dirasakan kedua orangtuanya, Andre Sinaga dan Chairina br Harahap. Keduanya tak henti-hentinya menangis sambil memegangi tubuh Badilla.

Baca Juga :Badila Sinaga, Bocah Ceria Itu Terbaring Koma di RS Setia Budi, Keluarga Kesulitan Dana

Tidak hanya itu, Komunitas Anak Musik Kota Siantar yang sempat menggelar konser amal untuk membantu biaya perobatan Badilla dan berhasil menggalang dana sebesar Rp22 juta, juga tampak berkumpul di rumah duka.

Ditemui di sana, Rahmayati Harahap, nenek Badilla bercerita bahwa setelah selama hampir dua bulan menjalani perawatan di RS Setia Budi Medan, keluarganya kemudian membawa Badilla kembali ke kediamannya. “Operasinya tanggal 24 April yang lalu di RS Setia Budi Medan. Sudah hampir dua bulan dirawat di sana tapi karena sudah membaik, dua minggu yang lalu Badilla dibawa pulang,” ungkapnya.

Selama dua minggu di rumah, Badilla tampak sehat. Ia sudah bisa makan, berjalan, bahkan menjalankan ibadah puasa. Namun, pada Jumat (2/6/2017) siang sekira pukul 13.30 WIB, kondisi Badilla memburuk.

“Kemarin sewaktu habis mandi, mamanya mengoleskan minyak kayu putih. Mungkin kena matanya, kesakitan dia. Pedih katanya matanya. Terus matanya dicuci, habis itu pakai baju dan tidur-tiduran. Selanjutnya 15 menit kemudian sudah nggak sadar lagi. Padahal sebelumnya masih menyahut sewaktu dipanggil,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Badilla langsung dilarikan ke RS Tentara. Nahas, setelah 12 jam menjalani perawatan medis, anak bungsu dari dua bersaudara itu meninggal. Selain kedua orangtuanya, Badilla pun meninggalkan Raihan Sinaga (13), abangnya.

Tangis keluargapun tak terelakkan lagi. Appalagi, saat menghembuskan nafas itu, ayah Badilla, Andre Sinaga berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematangsiantar karena tersandung kasus narkoba. Beruntung, Andre bisa keluar dan melihat jenazah putrinya. Dia terlihat dikawal personel Polres Siantar.

Setibanya di rumah duka, Andre langsung disambut dan dipeluk oleh rekan dan keluarganya. Air matanya terlihat keluar saat menginjakkan kaki di halaman rumahnya itu.

Saat masuk ke dalam rumah duka, para pelayat turut mengikutinya dari belakang.

Air mata Andre pun tak dapat terbendung lagi ketika berdiri tepat di depan jenazah Badilla.

Andre kemudian duduk dan menangis sejadi-jadinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Melihat situasi itu, para pelayat terbawa suasana dan turut menangis.

Dan setelah disholatkan di Masjid Al-Falah yang berada tak jauh dari rumah duka, sore itu, jenazah Badilla dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Pane, Kelurahan Karo, Siantar Selatan. (fez/hes/ms/jpg/nin)



loading...

Feeds