Nommensen Resmi Jadi Pusat TOEIC di Sumut-Aceh

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas HKBP Nommensen (UHN) resmi menjadi pusat Test of English for International Communication (TOEIC) di Sumut dan Aceh.

Hal ini resmi setelah dilakukan MoU dan MoA dengan TOEIC ETS Indonesia, di kampus UHN, Senin (5/6/2017).

TOEIC adalah tes mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk mereka bukan menjadikan bahasa sehari-harinya. Penandatanganan MoU dan MoA dengan TOEIC ETS Indonesia dilakukan Rektor UHN Dr Ir Sabam Malau bersama Harry Pratama sebagai Head of Education Development International Test Centre (ITC) Jakarta.

Direktur Office of International Affairs (OIA) UHN Dr Mula Sigiro MSi PhD mengatakan, dengan resmi menjadi satu-satunya lembaga penyelenggara tes tersebut di Sumut-Aceh tentunya menjadi kabar baik. Sebab, putra-putri di daerah Sumut maupun Aceh dapat menggunakannya sebagai modal untuk kuliah di luar negeri atau melamar kerja ke berbagai perusahaan bonafit serta internasonal.

“Sertifikat TOEIC yang kami keluarkan berlaku secara global di seluruh dunia dan institusi pendidikan tinggi di luar negeri selama dua tahun. Jadi, tidak perlu harus ke Jakarta lagi mengikuti TOEIC,” ujar peraih Doktor Fisika dari Taiwan ini.

Dia menyebutkan, TOEIC bisa mengggantikan IELTS dan iBT TOEFL. Bahkan, harga TOEIC lima kali lebih murah dibandingkan IELTS/iBT TOEFL. Materi yang diujikan hanya reading dan listening.

“Jangan sampai melewatkan kesempatan ini, dan UHN bisa jadi jembatan putera–puteri Sumut untuk kuliah dan bekerja di luar negeri,” tukasnya.

Sementara, Rektor UHN Dr Ir Sabam Malau mengatakan, sebagai kampus dengan tagline Goes International dan punya visi menjadi perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2030, universitas ini sangat serius dalam melakukan pembenahan dan infrastruktur ke arah sana. Karena itu, dengan resmi menjadi lembaga penyelenggara tes tersebut merupakan salah satu langkahnya.

“Sejak awal tahun 2015, UHN telah memulai era baru yakni masuk ke pasar global dengan semangat tantangan dan peluang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Makanya, Nommensen harus mampu bersaing di pasar global agar tidak menjadi pecundang,” ujar rektor. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds