Polisi yang Tewas Dibacok Saat Lerai Konflik Lahan Itu Naik Pangkat

Jenazah Aipda Jakamal Tarigan sesaat sebelum pemakaman beberapa hari lalu
foto : Instagram Polrestabes Medan

Jenazah Aipda Jakamal Tarigan sesaat sebelum pemakaman beberapa hari lalu foto : Instagram Polrestabes Medan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Anggota Satuan Narkoba Poltabes Medan, Aipda Jakamal Tarigan (40) yang tewas dibacok saat melerai konflik lahan di Desa Manunggal, Jumat (2/6/2017) malam lalu, mendapatkan kenaikan pangkat.

Dia mendapatkan gelar sebagai pahlawan bagi keluarga besar Polri yang gugur saat menjalankan tugas. Kini, polisi tersebut menjadi Aiptu Anumerta Jakamal Tarigan.

“Beliau adalah Pahlawan,” kata Kapolda Sumut, Rycko Amelza Dahniel, saat jumpa pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, kemarin (4/6/2017).

foto : Instagram Polda Sumut

Sementara itu, di tempat yang sama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan Jakamal telah dianggap sebagai Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lingkungan Jalan Serbaguna. Inilah yang membuatnya turun begitu mendengar suara gaduh di lokasi kejadian.

Saat konflik terjadi, malam itu, ada warga yang mendatangi rumahnya dan meminta tolong agar melerai kedua pihak yang berkonflik. Tanpa banyak tanya, Aiptu Jakamal segera turun tangan.

“Pukul 23.00 WIB, bentrok sudah reda. Kedua pihak dijembatani. Namun ternyata begitu pisah, satu kelompok warga itu tidak puas dengan hasil keputusan dan balik menyerang anggota kami, Aiptu Jakamal. Mereka disinyalir telah mabuk,” ungkap Sandi.

Sandi menjelaskan, Jakamal tewas dengan sejumlah luka tusukan. Dalam kondisi sekarat, ia dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombes Dr Nyoman Nasution memerinci, Aiptu Jakamal mengalami luka tusukan yang fatal di dada kiri dan kanan, sehingga mengakibatkan pendarahan hebat.

Selain itu, ia juga mengalami luka sayatan di pundak bagian belakang, tusukan di perut dan sejumlah luka lecet. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Husni selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit lantaran kehabisan darah. Ia menderita enam tusukan dan tiga luka lecet,” ungkap dokter Nyoman.

Saat ini, polisi terus memburu dan mengusut tuntas kasus ini. Ada beberapa pria yang telah ditangkap dan diperiksa, namun masih ada yang dalam pengejaran.

(fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Tak Bisa Main, Evan Dimas Lemas

Pada laga tersebut, satu gol kemenangan Indonesia diciptakan Marinus Mariyanto Wanewar yang memanfaatkan umpan lambung Septian David Maulana di menit …