Warga Marah! Oknum PNS Berstatus Janda Sering Berduaan dengan Brondong 19 Tahun

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Emosi warga Jalan Pulo Rembang, Kelurahan Pasar Belakang, Kota Sibolga, tak terbendung lagi. Amarah warga akhirnya memuncak dengan menggerebek rumah di lokasi itu yang merupakan milik seorang oknum guru SD berinisial HL (33), yang sering didatangi seorang pemuda. Padahal, diketahui bahwa HL adalah seorang janda.

Dan, saat digerebek pada Jumat (2/6/2017) malam itu, HL dan pria berinisial HH yang masih berusia 19 tahun, terlihat sedang berduaan di rumah. Memang tidak ada aktivitas asusila yang mereka lakukan saat penggerebekan terjadi, namun warga menilai bahwa aktivitas mereka yang sering berduaan sangat mengganggu nama baik kampung itu.

Informasi dihimpun New Tapanuli (grup pojoksumut), kejadian bermula dari kecurigaan warga Pulo Rembang yang melihat HH sering berkunjung ke rumah ibu guru yang berstatus janda beranak 2 tersebut.

Geram dengan ulah keduanya, warga pun mendatangi rumah tersebut. Pada saat itu, warga tidak menemukan adegan yang mencurigakan. Amarah warga memuncak karena keduanya bukan berstatus suami istri, namun sering beruaan di rumah tersebut.

Beberapa saat setelah keramaian, Kepala Lingkungan (Kepling) III Pasar Belakang kemudian menjemput HL dan HH untuk dibawa ke Kantor Polsubsektor Pasar Belakang yang terletak tidak jauh lokasi kejadian.

Warga yang terbawa emosi tidak langsung diam. Mereka beramai-ramai turut mendatangi kantor Polsubsektor. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bahbinkantibmas Pasar Belakang kemudian membawa pasangan tersebut ke Mapolres Sibolga untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut warga, keduanya diketahui saling kenal sejak setahun belakangan. Dan, tiga bulan terakhir, keduanya semakin dekat. Bahkan, mereka mengaku sudah serius berpacaran dan berencana melangsungkan pernikahan selepas Idul Fitri tahun ini.

“Tapi, beberapa kendala masih menghalangi rencana mereka. HL yang merupakan oknum PNS di salah satu SD unggulan di Kota Sibolga ini belum resmi bercerai dari suaminya meski sudah talak tiga pada tiga tahun lalu.

Sementara, HH usianya masih di bawah umur, masih jadi tanggung jawab keluarganya,” kata salah seorang warga yang tak ingin namanya dipublikasikan.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua pasangan tersebut membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan melalukan kembali hal tersebut. Surat tersebut ditandatangani keduanya bersama Bhabinkantibmas dan kepling sekitar.

Lurah Pasar Belakang Jimmi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, warga meminta kepada pasangan tidak resmi tersebut untuk ‘membayar’ sanksi atas perbuatan mereka, yakni mereka harus menyantuni anak yatim sebanyak 30 orang, sekaligus untuk membersihkan nama kampung.

“Saya juga berpesan, jangan lagi berbuat seperti itu karena merugikan orang banyak. Apalagi ini bulan suci Ramadan, jangan dikotori dengan hal yang seperti ini. Dan lagi, statusnya bukan suami istri dan HL bersatus janda pula,” ucapnya. (ts/ara/jpg/nin)



loading...

Feeds