Pelaku Industri dan Pengusaha Sumut Inginkan Pembangkit Listrik Permanen

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5).
foto : Sutan Siregar/Sumut Pos/jpg

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5). foto : Sutan Siregar/Sumut Pos/jpg

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki telah resmi dioperasikan sejak Minggu (4/6) kemarin. Untuk itu, diharapkan tidak ada lagi terjadi pemadaman.

“Ya, mudah-mudahan Sumut sudah bebas krisis listrik dan tidak terjadi lagi pemadaman bergilir seperti yang selama ini kita alami,” ujar Direktur Eksekutif Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut, Hendra, Selasa (6/6/2017).

Menurut dia, penyewaan kapal listrik yang dilakukan tersebut cuma solusi jangka pendek. Tentu, biaya sewa dan sumber pendanaanya perlu dipikirkan dengan hati-hati, jangan sampai tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi, yang memang harus prioritas dikerjakan itu adalah menyelesaikan proyek-proyek pembangkit yang sudah berjalan. Bahkan, kalau perlu ditingkatkan lagi sumber-sumber baru seperti renewable energy,” cetusnya.

Hal senada diutarakan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Johan Brien. Kata dia, perencanaan yang dilakukan PLN harus benar-benar dioptimalkan. Artinya, jangan sampai nanti ada lagi pemadaman. Sebab, jika terjadi hal itu jelas sangat mengganggu orang yang mau beribadah di bulan puasa dan lebaran.

“Kita apresiasi dan mendukung kebijakan yang dilakukan. Namun demikian, jangan ada alasan lagi PLN melakukan pemadaman,” tutur Johan Brien.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan kalau mau uji coba dilakukan sekarang ini, sebelum bulan puasa. Jadi, ketika memasuki bulan tersebut tidak ada lagi proses uji coba atau pemadaman.

Disebutkan dia, diharapkan dalam kurun waktu penyewaan kapal listrik dari Turki sudah ada pembangkit yang baru. Dengan kata lain, tidak hanya mengandalkan pembangkit milik negara lain. Sebab, ketika masa sewa sudah habis tetapi belum ada pembangkit baru tentunya persoalan listrik muncul kembali. Akankah masalah ini terus dihadapi masyarakat Sumut?

“Jika terus-terusan menyewa tentunya biaya akan membengkak. Informasinya, biaya sewa yang dikeluarkan sangat tinggi. Kalau tidak salah hampir tiga kali lipat dari yang umumnya (genset). Sebab, pembangkit itu berbentuk kapal. Bisa ditanyakan kepada PLN biaya sewanya berapa. Lalu, bila dibandingkan dengan menyewa genset dimana bedanya. Oleh sebab itu, kebijakan ini harus dioptimalkan benar sehingga tidak membuang-buang biaya. Tujuannya untuk membantu masyarakat Sumut tapi malah merugikan,” paparnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds