Aplikasi Online Uber Kembangkan Potensi Pasar di Medan

Consumer Communications Lead Uber Indonesia Uber, Novita Sari (kiri) dan Senior Public POlicy Associate Jakarta, saat diskusi dengan media di Medan, kemarin (6/6/2017)
foto  : nin/pojoksumut

Consumer Communications Lead Uber Indonesia Uber, Novita Sari (kiri) dan Senior Public POlicy Associate Jakarta, saat diskusi dengan media di Medan, kemarin (6/6/2017) foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Bisnis jasa transportasi online di Tanah Air, khususnya Medan terus menggeliat. Aplikasi Online Uber yang baru ada di Medan sejak pertengahan April 2017 membaca bahwa daerah ini merupakan kota dengan potensi besar untuk pengembangan pasar.

Consumer Communications Lead Uber Indonesia Uber, Novita Sari, mengatakan langkah perluasan pasar ini ditandai dengan wacana kerjasama dengan koperasi transportasi yang ada di Medan.

“Sebagai daerah nomor tiga terbesar di Indonesia, apalagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Medan cukup besar. Tentu kami melihat peluang pasar masih besar meski ada bisnis sejenis. Kebutuhan terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi online di kota ini juga cukup besar,” ujarnya di Medan, kemarin (6/6/2017).

Novi mengungkapkan perubahan Peraturan Menteri No 32/2016, yang sempat dikeluhkan Uber serta para penyedia layanan transportasi lain, tampaknya tidak terlalu menghambat proses ekspansi.

Untuk memudahkan proses ekspansi ke kota baru, mereka akan menjalin kemitraan dengan koperasi di setiap kota tersebut. Koperasi tersebut yang nantinya akan menaungi mitra pengemudi individual serta pengemudi rental mobil yang bergabung dengan Uber.

“Tiga minggu beroperasi di Medan. Kami lihat peluang yang cukup besar bekerjasama dengan koperasi transportasi, termasuk becak. Sekarang kita belum bisa memutuskan jalinan kerjasamanya, tapi akan diwacanakan,” tegasnya.

Novi mengakui cukup tahu informasi tentang beberapa kendala yang sempat dihadapi pengemudi transportasi online di Medan, mulai dari demo hingga insiden pemukulan oleh oknum pengemudi konvensional.

“Sejauh ini kami mengimbau kepada pengemudi Uber agar menghindari daerah rawan demo. Biasanya kita langsung infokan. Namun, untuk jangka panjang tadi ya kita akan terus berkoordinasi juga dengan pemerintah setempat terkait Uber ini,” ungkapnya.

Dijelaskan Novi, Uber merupakan bisnis transportasi dalam bentuk aplikasi. Pelanggan hanya memasukkan alamat tujuan, setelah itu memesan transportasi.

“Untuk saat ini kita hanya memiliki Uberx di Medan. Yakni kendaraan roda empat yang bisa memuat empat penumpang. Sedangkan untuk kendaraan roda dua segera,” ujarnya.

Menurut Novi, kelebihan dari penggunaan aplikasi online Uber, baik penumpang maupun pengemudi diminta mengisi rating setelah menggunakan jasa transportasi. Sehingga baik penumpang maupun pengemudi, bisa mengetahui track record selama menggunakan Uber.

“Selain itu, melalui aplikasi, penumpang juga bisa mengucapkan terima kasih kepada pengemudi,” terangnya.

Dijelaskannya, sebagai penyedia aplikasi transportasi, Uber tidak memiliki armada dan pengemudi. Uber hanya menghubungkan calon penumpang dengan pengemudi. Melalui aplikasi ini, lanjutnya, diharapkan memberikan dampak positif antara pengemudi dan penumpang. Diantaranya, mengoptimalkan penggunaan kendaraan yang ada. Penumpang juga memiliki pilihan perjalanan dari pintu ke pintu yang aman, nyaman dan terjangkau.

Kini, terangnya, Uber telah hadir di sekira 450 kota di 76 negara dunia. Tak hanya produk Uberx, ada juga produk Uberpool, Ubermotor, Uberblack, dan Ubertrip. Dalam jasanya, Uber menggunakan teknologi yang menunjang keamanan. Diantaranya, ada transportasi identitas kendaraan dan pengemudi.

“Sehingga jika orang tua yang anak ABG ingin naik Uber. Bisa memanfaatkan fitur share status untuk memantau perjalanan,” jelas dia

Novita juga menambahkan, setiap perjalanan pengguna dari awal hingga sekarang tersave di aplikasi. Sehingga, bisa menyampaikan langsung keluhan melalui aplikasi. Setiap perjalanan menggunakan Uber, kata dia, juga dilindungi asuransi kecelakaan.

Senior Public Policy Associate Uber, Joanna Octavia menambahkan berdasarkan survei AlphaBeta bahwa dampak mobilitas bersama seperti Uber di Indonesia pada tahun 2020 berpotensi mengurangi biaya mobilitas hingga 65 persen, termasuk memberikan peluang ekonomi bagi 7 juta rakyat Indonesia pada layanan ridesharing (nebeng).

Di Medan sendiri, lanjutnya ada sekira 327 ribu peluang layanan ridesharing tahun 2020.



loading...

Feeds

Tak Bisa Main, Evan Dimas Lemas

Pada laga tersebut, satu gol kemenangan Indonesia diciptakan Marinus Mariyanto Wanewar yang memanfaatkan umpan lambung Septian David Maulana di menit …