Besok, Puluhan Massa Ikuti Aksi Bela Ulama

Alumni Aksi Bela Islam melakukan tanda tangan menolak kriminalisasi ulama, beberapa waktu lalu. Besok, aksi serupa bakal dilakukan.
foto : RMOL/JPG

Alumni Aksi Bela Islam melakukan tanda tangan menolak kriminalisasi ulama, beberapa waktu lalu. Besok, aksi serupa bakal dilakukan. foto : RMOL/JPG

POJOKSUMUT.com, AKSI Bela Ulama dijadwalkan berlangsung, besok, Jumat (9/6/2017). Ini digalang Presidium Alumni 212. Rencananya, acara itu diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Sekjen Presidium Alumni 212 Hasri Harahap ‎mengatakan, belum ada jumlah pasti mengenai massa yang ikut dalam acara Aksi Bela Ulama.

Namun, Hasri memperkirakan aksi damai itu akan diikuti oleh puluhan ribu massa.

“Massanya berapa ya? Belum ada konfirmasi yang pasti. Estimasi sih mungkin 10 ribu atau 20 ribu orang,” kata ‎Hasri saat dihubungi JPNN.com (grup pojoksumut), Kamis (8/6/2017).

Hasri menyatakan, acara tersebut akan diikuti massa Front Pembela Islam (FPI) Jakarta dan elemen organisasi masyarakat lain seperti Kokam Muhammadiyah. “Yang alumni 212 kemarin lah,” ucapnya.

Hasri mengatakan, sudah ada pemberitahuan kepada polisi‎ mengenai pelaksanaan Aksi Bela Ulama. Pemberitahuan dilakukan sejak seminggu lalu.

“Tapi, fisik suratnya kami antarkan hari ini,” ujar Hasri.

Hasri‎ menjelaskan, massa yang hadir akan mengikuti konsolidasi dalam rangka penguatan silaturahmi pada saat momen Ramadan. “Acara kami zikir, salawatan, baca Alquran, dan tausiah,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menilai, tidak ada gunanya lagi Aksi Bela Ulama yang akan diselenggarakan Presidium Alumni 212 besok.

“Untuk apa lagi aksi? Gak usah lah,” kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017).

Mengenai anggapan massa yang menilai kasus yang menjerat Imam Besar FPI Habib Rizieq merupakan bentuk kriminalisasi, Iriawan menampiknya. Menurutnya kasus ini murni pidana berdasarkan laporan masyarakat dan barang bukti.

“Gak ada kriminalisasi. Saksi ahli itu ada 26, saksi ada 50-an, mau kriminalisasi gimana?” tanya dia.



loading...

Feeds