Terungkap! Perkelahian Maut Dua Siswa SMK Itu Bermotif Asmara

Korban saat diotopsi.
foto : metroasahan/JPG

Korban saat diotopsi. foto : metroasahan/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPSEL-Teruak sudah motif perkelahian hingga berujung maut antara Muslim Nasution alias MN (17) temannya, R (19), pada Minggu (4/6/2017) malam di Desa Tolang, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan (Tapsel).

Adalah persoalan asrama yang akhirnya merenggut nyawa Muslim Nasution tersebut. Hal ini sesuai ungkapan sejumlah saksi mata kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel (grup pojoksumut) dari beberapa saksi dan polisi, merunut kronologis peristiwa itu. Berawal dari pelaku, R yang memiliki pacar berinisial ARP. Sedangkan ARP juga menjalin hubungan asmara dengan seorang saksi inisial AR.

Belakangan, tepatnya Sabtu (27/5) lalu, AR mengetahui ARP juga berpacaran dengan R, yang kemudian mengajak dua temannya, AN dan korban, MN untuk menemui R.

Ketiga remaja itu pun akhirnya bertemu dengan R di desanya, Batugodang, Kecamatan Sayurmatinggi. AR lalu mengajak R untuk bertemu dengan ARP dengan maksud, menentukan pilihan di antara kedua pemuda itu yang akan menjadi pacar ARP.

Akan tetapi, ARP menolak keluar dari rumahnya. Antara AR dan R kemudian berjanji datang lagi esok hari demi menemui ARP untuk menentukan pilihan.

“Mereka lupa menanyakan tempat waktu bertemunya. Tiga remaja ini kemudian datang lagi ke Desa Batu Godang untuk menemui R. Namun, R malah tersinggung dan membentak AR. Lalu, AR menyampaikan kepada temannya, dan temannya AN bertanya balik ke R, apa gerangan maksudnya. Lalu, si AN ini pun diajak berkelahi,” kata sumber yang enggan namanya ini disebut.

Selanjutnya, ketiga remaja ini kembali pulang karena mempertimbangkan tempat pertengkaran mereka. Hingga dalam seminggu terakhir, antara AR dan AN masih menyimpan dendam dan mencari nomor kontak R dengan maksud mengajak bertemu.

Pada Sabtu (3/6/) malam, AR dan AN menemui teman pelaku yang bernisial RA. Keduanya menitipkan pesan melalui pesan singkat mengajak untuk bertemu. Namun, R membalas pesan itu dengan menyebut dirinya tidak bisa sebab sedang berada di Desa Tolang Jae bersama ARP, cewek yang menjadi rebutan itu.

AR H dan AN yang merupakan warga Desa Padang Kahombu, Kecamatan Batang Angkola itu kemudian menyempatkan diri ke Tolang, memastikan hal itu. Ternyata benar saja, R dan ARP tengah duduk bersama.

Keesokan harinya, Minggu (4/6), AR dan AN bertanya kembali bermaksud untuk bertemu. R kemudian menjawabnya untuk bertemu di Desa Tolang Jae merujuk lokasi sekitaran MTsN 2 Sayurmatinggi.
Keduanya pun berangkat ke Tolang Julu, informasi itu juga diterima korban, MN dan abangnya ASN serta ARH yang kemudian menyusul datang ke Tolang Julu.

AR dan AN lebih dahulu tiba di Tolang Julu, tempat yang disepakati mereka. Keduanya pun memberi kabar pada R, dan R langsung mengambil pisau di rumahnya dan menyelipkannya di balik pinggang. R datang dengan mengendarai Sepedamotor Suzuki Fu 150 berwarna hitam.

Saat bertemu, AN lebih dahulu bertanya mengapa R mengajaknya berkelahi di kampung mereka. Namun, tersangka R malah menyelutuk tidak memiliki masalah dengan AN. AN emosi kemudian mengajak R untuk berkelahi, namun R berjalan menjauh dan menyebut untuk mengajak abangnya lebih dahulu.



loading...

Feeds